Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Usoh Laris Manis, Pontoh Kian Berani

U NiJi dan ibu HeppySuhu politik di Kabupaten baru, Minahasa Tenggara  menjelang Pilkada yang nantinya akan dilaksanakan Agustus 2008 mendatang kian memanas saja. Ini dipicu oleh munculnya tokoh-tokoh populer dan figur-figur dadakan yang bakal meramaikan proses Pilkada di Mitra.

Nama-nama bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati kian berani saja mengumbar janji untuk merebut hati masyarakat. Bahkan politik uang dan sembako tak bisa dihindari karena belajar dari pengalaman Pilkada di beberapa daerah, hati nurani masyarakat masih sebatas sembako. Hati nurani dapat dibeli dengan uang dan sembako, sehingga jurus inilah yang kini sedang dimainkan sejumlah calon yang memiliki dana cukup.

Tetapi harus diingat oleh masyarakat Mitra, Sitaro, Bolmut dan Kota Kotamobagu yang akan menggelar pesta demokrasi, bahwa seseorang yang meraih kekuasaan dengan uang, pasti akan menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan uangnya kembali.

Tidak heran kalau ada calon yang sudah mengeluarkan uang ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk kepentingan sosialisasi, padahal proses Pilkada saja belum dimulai. Bahkan perangkat yang akan melaksanakan Pilkada saja masih belum jelas terutama soal pendanaan. 

Tensi politik lebih panas lagi setelah penjabat bupati Mitra Drs Albert Pontoh melakukan manuver-manuver politik yang membuat panas telinga para kandidat.  Betapa tidak, setelah sukses memboyong para hukum tua, lurah dan camat ke Yogyakarta dan Jakarta dengan embel-embel studi banding,  pada Senin lalu, bertepatan dengan pelantikan Bupati Minahasa Drs Vreeke Runtu dan Drs Jantje Sajow, penjabat bupati Mitra justru mengumpulkan para hukum tua untuk membuat pernyataan mendukung pencalonannya sebagai bupati pada Pilkada mendatang. Tetapi bagi mantan Sekdakab Minahasa Drs NJ Usoh, Msi apa yang dilakukan oleh penjabat bupati sah-sah saja. ”Asal aturan tidak dilanggar ya…beri kesempatan kepada Albert Pontoh berbakti di Mitra, ” jelas Usoh saat hadir di acara pelantikan Bupati Minahasa.

Sementara kandidat bupati wanita Telly Tjangkulung yang mengaku memiliki dukungan luas sampai ke daerah pelosok kian percaya diri untuk maju. Kendati ada penolakan-penolakan dari kalangan  tertentu, yang pada saatnya nanti akan diungkap oleh para pesaing dalam pertarungan nanti. “Telly memang banyak dukungan,” kata, NJ Usoh, MSi. Tapi semuanya terpulang pada masyarakat yang akan menentukan pemimpin Mitra ke depan.

Kandidat lain yang kini terus maju adalah Drs NJ Usoh, MSi mantan birokrat berpengalaman yang tidak melakukan kesalahan berarti selama menjadi  Sekdakab Minahasa. Usoh kini menjadi idola semua kalangan karena figur yang rendah hati dan dekat dengan rakyat serta memiliki karisma. Buktinya biar pidato berjam-jam, orang yang mendengar tidak akan pernah bosan.

Sejak didorong untuk maju, Usoh banyak mendapat tawaran dari figur-figur papan dua yang ingin berpasangan. Ada yang menyatakan siap secara financial asalkan berpasangan dengan Usoh. Namun sampai sekarang ini Usoh belum mau menanggapi karena partai yang akan digunakan saja belum jelas. Saat ini masih sementara menunggu survey dari sebuah lembaga independen yang digunakan Partai Golkar. “Saya belum bisa banyak komentar. Kita tunggu hasil survey dulu,” kata Usoh yang secara pribadi mendapat dukungan dari Bupati Minahasa Drs Vreeke Runtu.       

Ada juga yang mencoba untuk memasangkan Usoh dengan Telly Tjangkulung. Tapi lagi lagi Usoh belum bisa berkomentar. “Terima kasih atas dukungannya. Tetapi kita harus melihat kendaraan partai politik mana dulu yang akan mengusung,” katanya. 

Namun yang pasti, figur Usoh kini sedang laris manis dan laku untuk dijual. Buktinya dari bocoran hasil sementara survey dari lembaga independen di beberapa desa, Usoh menempati rangking teratas. Di Desa Wioy dan Pangu yang dikenal penghasil buah salak di Kecamatan Ratahan misalnya, Usoh meraih 100 persen dari responden dan desa Tosuraya 75 persen. Sementara di Desa Tumbak yang notabene warga muslim,  Usoh meraih 100 persen juga.’‘Saya belum tahu desa-desa lain,” katanya merendah.

Meski demikian, Usoh yang mantan Pembantu Bupati Wilayah Ratahan tidak ngotot di papan satu jika realitas politik menghendaki ia harus meluncur di papan dua, tergantung siapa papan satu. “Semua kemungkinan bisa saja terjadi, tergantung kondisi dan realitas politik yang ada,” ungkapnya.

Selain Tjangkulung masih ada juga calon bupati yang menjadi pendatang baru. Ia adalah seorang pengusaha sukses yang berdomisli di Tombatu, Heppy Rumbai juga ingin berpasangan dengan NJ Usoh karena dianggap figur yang laku untuk dijual. Sejatinya, jika Ratahan, Tombatu dan Belang bersatu, maka Pilkada Mitra so selesai.

Jeremia Damongilala yang tadinya ngotot di papan satu, juga kini rela meluncur di papan dua dan mendaftar di PDIP Mitra. Ia dikabarkan akan berpasangan dengan Telly Tjangkulung atau Deitje Mawuntu yang konon siap mengucurkan dana miliaran rupiah untuk menyukseskan Pilkada. “Ada calon yang rela  mengucurkan dana  Rp 21 miliar untuk Pilkada Mitra. Ini hebat, Pilkada DKI Jakarta saja calon hanya mengeluarkan Rp 35 miliar dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta. Sementara Mitra hanya 70an ribu pemilih,” kata Roy Tangkudung, Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ketika menerima tim dari PDIP Mitra di Hotel Granpuri belum lama ini. (mel)

 

March 15, 2008 - Posted by | Personal

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: