Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SULUT BAKAL PUNYA DOKTOR MUTIARA

Gustaf n wife

Pada suatu hari di kantor saya membuka email dan membaca satu per satu email yang masuk. Di satu email yang masuk saya mereplynya, ternyata ada email masuk mereply email saya tadi melalui jalur pribadi (japri). Terjadilah saling kirim email antara saya dan orang ini, ternyata dia bernama Gustaf Mamangkey, yang sedang mengambil studi doktoralnya di Australia. Inilah hasil email-email kami dan mengambil data dari blog dan homepagenya. Anak muda yang punya hobby fotografi. Banyak foto-foto menarik di situ. Kami harap akan banyak orang-orang Sulut tertarik di bidang kelautan terutama pengelolaan kerang mutiara yang cukup mahal harganya. Sehingga Sulut bisa menggali potensi kelautannya secara profesional. Karena kita punya seorang doktor di bidang kerang mutiara. Selain bicara soal kerang mutiara dia juga bicara khusus untuk yunior-yuniornya di Kampus Unsrat umumnya dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan khususnya. Juga ada tanggapan tentang WOC 2009 dan kinerja SHS-FHS. Selamat membaca.

Sinergy (SiBOS) : Boleh cerita tentang latar belakang pendidikan terakhir anda?

Gustaf Mamangkey (GM) : Saya punya latar belakang sejak S1 dan S2 adalah taksonomi kerang-kerangan dan spesifikasi ke kerang pengebor di laut. Kerang-kerang ini beradaptasi sedemikian rupa sehingga bisa tinggal dalam substrat kasar. Saya punya main interest (Red. ketertarikan utama) adalah kerang pengebor yang merusak kapal/perahu kayu. Walaupun sekarang sudah kerja dengan jenis kerang lain (kerang mutiara) namun saya masih punya hobi koleksi kerang untuk taksonomi (bukan untuk dijual). Saya masih sangat suka dengan kegiatan penelitian kerang-kerangan.

SiBOS : Apa yang menarik dengan kerang mutiara?

GM : Awalnya tak terbersit bahwa saya mau ambil mutiara. Ceritanya berawal saat saya mendaftar untuk scholarship di Australia tahun 2004. Karena mendaftar PhD makanya saya harus mempersiapkan proposal penelitian taksonomi kerang yang saya sangat suka (walaupun saya tahu bahwa perhatian pemerintah di bidang biodiversity masih sangat rendah). Waktu itu saya mengusulkan penelitian tentang sebaran biogeografis kerang pengebor sebagai indikator penguat terbentuknya Wallace line dan juga sebagai salah satu penunjang informasi untuk aktifitas pergeseran pulau di masa lampau (Indonesia khususnya). Saat itu saya mendapatkan supervisor di University of Queensland (UQ) Brisbane, dan beliau sangat mendukung ide penelitian itu. Sayang sekali, di saat saya mendapatkan informasi bahwa saya sebagai salah satu awardee beasiswa PhD, saya dapat surat dari sang calon supervisor bahwa dia sekarang harus keluar dari UQ dengan alasan yang tak jelas, namun dia menjanjikan bahwa dia mau kasih tahu kepada saya kalau sudah dapat universitas baru. Sementara saya (di lain pihak) harus segera mengkonfirmasi ke pihak pemberi beasiswa tentang kepastian supervisor dalam waktu dekat. Beasiswa sudah di tangan tetapi supervisor sudah hilang hehehe… bingung juga. Akhirnya, saya cari di internet kalau ada supervisor yang bisa membimbing saya untuk proyek yang sama. Namun, mengingat pengalaman sebelumnya dimana dibutuhkan kurang lebih 3 bulan untuk saling menyamakan persepsi (kalau toh saya dapat supervisor) sementara saya punya waktu singkat, akhirnya saya putuskan untuk tidak lagi memaksakan saya punya proposal penelitian. Sayapun mencari supervsior yang sudah punya tawaran proyek penelitian, yang penting tidak jauh dari kerang-kerangan. Beruntunglah, saya bertemu dengan Dr. Paul Southgate (saya punya supervisor sekarang) yang punya proyek penelitian mutiara. Sayapun langsung ingat pengalaman beberapa senior-senior yang pergi kuliah lanjut di Jepang untuk mau cari tahu tentang mutiara namun tidak berhasil. Then I decided, why don’t I take this? Cuma dua kali saling email plus pengiriman CV, saya langsung disetujui padahal waktu itu saya punya supervisor ada di Mexico. Pas datang disini (Townsville), saya pun baru tahu bahwa studi spesifik kerang mutiara baru dibuka secara publik di James Cook University. Selama ini memang penelitian mutiara dilakukan secara rahasia di perusahaan-perusahaan, apalagi di Jepang. Australia mengubah sistem dengan menawarkannya ke universitas sehingga membuka kompetisi penelitian lebar-lebar. Asumsinya bahwa dengan membukanya lewat jalur universitas maka sedikitnya produksi mutiara berkualitas baik yang jadi masalah selama ini bisa lebih dipercepat pemecahannya. Memang selama ini  mutiara kualitas terbaik belum lebih dari 7% dari total produksi, namun 7% itu sudah bisa menutupi biaya operasional perusahaan.

SiBOS : Apa saran dan motivasi anda terhadap mahasiswa Ilmu Kelautan Unsrat yang masih kuliah maupun yang akan masuk.

GM : Untuk umum:

Be smart not only clever! We don’t only need a hard working guys but (more importantly) a smart ones! Tapi bukan smart yang bisa diartikan “menghalalkan segala cara!” Sekolah hanya alat tapi akhirnya keputusan masa depan ada di tangan anda

Untuk mahasiswa Kelautan

Walau banyak yang telah dipelajari, laut masih penuh misteri. Bertanyalah yang banyak maka akan terbuka ide-ide besar dari pertanyaan-pertanyaan yang tak atau ragu-ragu terjawab.

SiBOS : Bagaimana tanggapan anda tentang pemerintahan SHS-FHS tiga tahun ini.

GM : Mantap. Terlebih saya suka terjangan pemerintah Sulut saat ini. Yang mungkin dibenahi adalah bagaimana kata-kata gubernur SH Sarundajang diterjemahkan sama oleh Kepala Dinas dan unsur-unsur di bawahnya. Contoh kasus tentang crash program penanaman jagung: Saat gubernur memberikan instruksi itu, secara simultan dinas-dinas/badan di bawahnya bergerak:

1. Dinas pertanian menyediakan bibit dan pendampingan mulai dari penanaman sampai panen, juga melakukan evaluasi hasil  dan kualitas panen.

2. Dinas P & K memberikan pendidikan pertanian yang lebih praktis.

3. Jaminan Bank yang bersedia memberikan kredit.

4. Dinas Koperasi (kalau ada) mengaktifkan koperasi yang mengatur perputaran modal,

    penyuluhan, dan lain-lain yang berhubungan dengan kesejahteraan anggota.

5. Dinas perindustrian yang menawarkan solusi penanganan hasil panen, pembentukan home

    industry pengolahan jagung menjadi aneka produk hilir, dll

6. Dinas perdagangan telah siap dengan pembelinya dan menjamin pasar! Dan lain-lain

SiBOS : Apa rencana kegiatan anda dalam waktu dekat ini?

GM : Saya rencana mau buat buku, tetapi masih dalam penyusunan. Mudah-mudahan akhir tahun ini boleh selesai bersamaan dengan ujian. Atau setidaknya tahun mendatang. Intinya adalah mengembangkan pengetahuan budidaya baik pertanian maupun perikanan.

SiBOS : Terima kasih banyak atas waktunya. Sukses untuk anda.

GM : Okay sama-sama. Sukses juga buat Tabloid Sinergy.(adl)

Sumber:

http://goestaf.blogspot.com/ Its me!

http://mutiara-mutiara.blogspot.com/ the other side of me

http://members.lycos.co.uk/noldy/

March 15, 2008 - Posted by | Personal

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: