Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

STOP KAMPANYE BIBIR GANTI BUDAYA

Salah satu yang menjadi kepedulian Benny Mamoto alias Benito  adalah bagaimana menghilangkan kesan bahwa Kota Manado sebagai kota tujuan wisata seks di Indonesia. “Kalau wisatawan sudah ada dalam pikirannya bahwa di Manado akan mudah mencari sosok wanita penghibur, maka ini adalah awal kehancuran. Ujung-ujungnya kita tahu yakni terjangkit penyakit mematikan HIV/AIDS.”

Bagaimana mungkin Kota Manado akan jadi Kota Pariwisata Dunia 2010 kalau HIV/AIDS sudah mewabah? Benito prihatin.

Sebuah kampanye ’negatif’ tentang Kota Manado adalah slogan 3 B yaitu Bunaken, Bubur dan Bibir. Sekarang ditambah dengan Boulevard. Tidak tahu dari mana asal muasalnya Bibir menjadi salah satu dari slogan 3 B.

Banyak fakta menunjukkan di hampir semua tempat hiburan  baik di Bali, Jakarta, Batam, Kaltim, Maluku dan Papua, performa cewek asal Manado/Sulut cukup memikat para lelaki hidung belang.

Memang cewek-cewek Manado/Minahasa terkenal molek, putih mulus dan ini dia, agresif dalam urusan percintaan. Dalam satu sisi, ini positif, namun di sisi lain, menjadi negatif tatkala cewek Manado yang genit, penggoda. Dan dari sinilah awalnya populernya salah satu B yakni Bibir. Dipersonifikasikan sebagai cewek yang mudah ’diajak’. Padahal pandangan pukul rata seperti itu telah merugikan citra positif cewek Manado pada umumnya.

    Buntut-buntutnya, pariwisata  Manado mereka kaitkan dengan ’Bibir’ atau cewek  Manado. Jadi mau apalagi. Akibatnya masalah trafficking di sini menjadi problema  besar. Kendati peraturan daerah tentang pelarangan penjualan wanita asal Sulawesi Utara sudah ada sejak tahun 2004, tokh kasus penjualan wanita Manado ke Bali, Jakarta, Batam, Kaltim, Maluku dan Papua tetap marak.

Disinilah hati nurani Benito terusik. Lelaki energik dan cerdas ini pun berupaya mengganti Bibir Manado menjadi persepsi positif. Yaitu B yang diartikan sebagai Budaya Manado/Minahasa/Sulut. Benito mengajak semua pihak mengkampanyekan  B sebagai budaya dan perlahan tapi pasti menghilangkan citra B sebagai bibir.

“Mulailah sekarang kita kampanyenya: STOP BIBIR GANTI BUDAYA. Sebab, bibir memiliki punya kesan yang kurang baik. Maka, citra atau image bagi kalangan wisatawan yang datang  ke Manado untuk mencari wanita penghibur yang cantik-cantik tapi gampangan, akan sirna.

    “Media yang ada di Manado seperti Sinergy harus memulainya untuk KAMPANYE STOP BIBIR GANTI BUDAYA,” imbau Benito mengakhiri pembicaraan bersama Kumtua Sulut Bosami Network Joseph Karamoy, Dave Pijoh dan Christy Manarisip di Restaurant Cilantro (Lantai 46, Wisma 46-Kota BNI, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta) beberapa waktu lalu. (Adlin)

March 15, 2008 - Posted by | Personal

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: