Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

BKSP Sulut Studi Banding ke Jerman

Ronny Lumempouw

Kadin Indonesia, BNSP, BSNP dan BKSP di provinsi yang telah terbentuk di Indonesia melakukan studi banding ke Jerman yang difasilitasi oleh DIHK (Kadin Jerman) dengan rute Frankfurt, Konstanz, Stutgart, Heidelberg (kota yang memiliki universitas tertua di Jerman) dan lain-lain.

Selamat 10 hari (7 Maret s/d 17 Maret) meninjau beberapa tempat  pelatihan dan magang tenaga kerja seperti: Christiani Vocational, Educational, And Training (VET), TRW pabrik pembuatan komponen kendaraan yang bisa dipesan oleh pabrik mobil terkemuka di Eropa. Seperti Mercedes Benz, VW, Peugeot,Renolt dll. Dan juga ke GARP yang merupakan VET yang dibentuk DIHK.

DIHK mempresentasikan kepada delegasi Kadin Indonesia yang berjumlah 21 orang untuk bagaimana menciptakan tenaga kerja yang berkompetensi dalam bidang kerjanya. Demi kepentingan industri yang adalah anggota Kadin. DIHK menjelaskan sistem pendidikan kejuruan dengan sistem ganda sebagai bagian dari sistem pendidikan yang oleh undang-undang didelegasikan kepada Kadin. Masalah kompetensi mutlak dimiliki setiap tenaga kerja agar bisa bersaing di pasaran kerja, baik di tingkat lokal, nasional maupun international. Tanpa memiliki kompetensi dalam bidangnya, tenaga kerja akan memiliki daya saing yang lemah, sementara pasar kerja akan diisi oleh pihak lain yang memiliki sertifikat kompetensi. 

Guna menyikapi kegelisahan ini, Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Sulawesi Utara, Ir Ronny Lumempouw, dua minggu lalu, melakukan studi banding di Jerman untuk melihat dari dekat  sistem pemagangan yang dilakukan oleh Deutscher Industrie-und Handelskammertag (DIHK) Kadinnya Jerman dalam mempersiapkan angkatan kerja yang siap pakai. Dari hasil kunjungan selama satu Minggu di Jerman itu, BKSP  Sulut mendapat gambaran yang jelas bagaimana sistem sertifikasi kompetensi sebelum tenaga kerja itu memasuki lapangan kerja yang sebenarnya. Kebetulan DIHK Jerman diberikan kewenangan melalui undang-undang oleh pemerintah setempat untuk mengeluarkan sertifikat kompetensi untuk tamatan pendidikan kejuruan. Tidak heran kalau setiap tahun sekretariat DIHK Jerman yang ada di kota kabupaten didatangi para lulusan  siswa-siswa kejuruan untuk disalurkan ke tempat-tempat pelatihan pemagangan di kalangan industri-industri.

Hebatnya, industri di Jerman terlibat langsung atau aktif dalam dunia pendidikan dengan menyiapkan tempat-tempat pelatihan dan pemagangan. Contohnya pabrik mobil Porsche dijadikan tempat pelatihan dan pemagangan di Stuttgart. Siswa yang mengikuti pendidikan sistim ganda mengikuti cara teori dan praktek dengan alat praktek dengan alat yang sama di industri selama 3,5 tahun dan selama itu mereka mendapat gaji. Namun selama empat bulan pertama masih dalam masa percobaan untuk menentukan apakah ia cocok pada pilihannya. Kalau tidak punya kompetensi dalam bidangnya akan diberikan kesempatan untuk memilih bidang lain.

Menurut Ronny yang juga Ketua Kadin Sulut, setelah mengikuti  pelatihan dan pemagangan selama 3,5 tahun, DIHK Jerman akan mengeluarkan sertifikat kompetensi sesuai bidangnya masing-masing kemudian dilepas pada pasaran kerja. Nah, biasanya mereka yang sudah memiliki sertifikat kompetensi punya daya saing yang tinggi sehingga laris manis dimana-mana. Mereka sudah ditunggu kalangan industri, baik di dalam maupun luar negeri. “Artinya setelah memiliki sertifikat kompetensi, tenaga kerja tersebut menjadi rebutan,” katanya meyakinkan. Guna menunjang kegiatan pemberian sertifikasi, DIHK Jerman membuat suatu sekolah pendidikan untuk tempat pemagangan. Bahkan DIHK mendapat bagian 0,26 persen dari pajak yang dibayarkan kalangan industri kepada pemerintah. Di sini jelah DIHK diberdayakan oleh pemerintah Jerman.

Dengan sistim pemagangan dan pelatihan yang dilakukan DIHK Jerman, akan menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dalam bidangnya.  Sementara sistim pemberian sertifikat kompetensi di Indonesia, menurut Kadin-nya Jerman sudah baik karena BKSP melibatkan pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan Nasional bahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Menurut mereka sudah baik karena semua pihak terlibat,” kata Ronny yang belum lama ini dilantik menjadi Ketua BKSP Sulut.

Melihat kondisi tenaga kerja di Sulut yang sebagian besar tidak memiliki kompetensi kerja, jelas memiliki daya saing yang sangat rendah. Buktinya di Indonesia STM tidak siap pakai karena guru-guru sendiri tidak memiliki kompetensi. “Bagaimana mengharapkan siswa memiliki kompetensi sementara gurunya saja tidak punya kompetensi,” katanya. Lagipula peralatan yang digunakan seperti mesin-mesin untuk tempat mereka belajar justru tidak sama dengan yang dimiliki industri sehingga begitu mereka lulus belum bisa bikin apa-apa.  “Di Jerman, tenaga kerja langsung magang di kalangan industri,” ujarnya.

Di Indonesia, BKSP yang nantinya akan menentukan tempat magang. Kalau otomotif, ya magang di industri otomotiv, atau kalau di elektronik jelas tempatnya di industri elektronik agar begitu selesai magang langsung dapat pekerjaan.

Sebagai bukti bahwa pekerja kita belum memiliki kompetensi, untuk pekerjaan konstruksi mal-mal, real-estate hampir semua didatangkan dari pulau Jawa  karena mereka punya ketrampilan yang lebih baik, sementara pekerja Manado harganya mahal dan kurang memiliki ketrampilan. “Samua mengaku kapala bas, tapi nyatanya kapala batu,” kata Ronny sembari tertawa lebar. Mereka yang memiliki sertifikat kompetensi kerja, pasti punya standar operasional prosedur (SOP). Indonesia banyak yang belum memiliki SOP karena belum memiliki kompetensi kerja. “Kita harus belajar dari Filipina karena negara tetangga itu rangking satu di Asia disusul Cina dalam hal kompetensi tenaga kerja,” katanya.  (mel)

March 15, 2008 - Posted by | Judge

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: