Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

BENITO : Sang Fenomenal

benito4-sibosn.jpg

Sosok Benny Josua Mamoto pada 2007 sangat fenomenal. Pemecahan beberapa rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) di Sulawesi Utara dalam rangka promosi daerah yang juga dikenal sebagai daerah Nyiur Melambai sangat membantu program Pariwisata Sulawesi Utara umumnya dan Kota Manado khususnya.

Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berpangkat komisaris besar itu adalah pemrakarsa terbentuknya Panitia Festival Seni & Budaya Sulut 2007 (FSBS 2007) di Manado. Melalui panitia ini, Benito telah banyak melakukan terobosan. Salah satunya pemecahan 5 (lima) rekor MURI sekaligus pada akhir Desember 2007

Lima iven sekaligus itu adalah mengundang warga Kota Manado untuk makan Tinutuan sebanyak 5000 porsi, di makan oleh 5000 orang; Milu Rebus sebanyak 10000 buah; makan perkedel dari ikan Nike yang dimakan 10000 orang; makan Nasi Kuning yang dibungkus dengan daun Woka dimakan oleh 2000 orang; dan pemecahan rekor Muri berupa Replika Gereja yang terbuat dari Gula Batu seberat 6000 kilogram. Luar Biasa.

Benito, demikian dia biasa disapa oleh kalangan netters di milis sulut bosami network, di sela-sela kerjanya yang super sibuk sebagai Wadir II/Eksus Mabes Polri, sangat peduli dengan budaya Sulawesi Utara. Asal kegiatannya berbau budaya, Benito akan ambil bagian secara langsung.

Tahun 2006, Benito juga membuat iven unik yakni mulai dari pemecahan rekor MURI makan Biapong terbanyak, makan Kacang Tore terbanyak, Terompet raksasa, Pohon Natal yang terbuat dari dodol dan kacang, penampilan alat musik Kolintang raksasa disertai pagelaran 585 pemain musik kolintang, Pagelaran MASAMPER massal 2029 buah lagu, 3 hari 3 malam non stop, rekor MURI Rangkaian Buah Nanas Tertinggi di Dunia, dan pagelaran Tarian Mahamba Bantik dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.829 orang.

Semua potensi budaya di Sulawesi Utara, tidak begitu saja diabaikan FSBS. Benito pun mengadakan pelatihan Pelatih Tari Kabela, bertempat di Gedung Wanita Kotamobagu, KabupatenBolaang Mongondow, pelatihan Pelatih Tari Mahamba Bantik dan Maengket yang berlangsung dari 21 s/d 23 Maret 2007 di Taman Budaya Manado. “Semua gagasan, upaya, dan jerih payah akan sia-sia kalau sesudah pelatihan kita tidak berbuat apa-apa,” jelas Benito suami tercinta Iyarita Mawardy dan ayah dari seorang putra dan dua orang putri itu.

Sebuah pagelaran budaya khas Minahasa, dan sangat menggugah motivasi dan semangat orang Sulawesi Utara, khususnya Minahasa, yakni pada tanggal 7 bulan 7 tahun 2007 di Watu Pinawetengan di desa Pinabetengan dan Watu Tumatowa di dalam areal pacuan kuda Tompaso, digelar sebuah acara kolosal. Diawali dengan upacara adat Watu Pinawetengan, sebuah upacara penuh makna bagi persatuan masyarakat setempat. Watu Pinawetengan adalah warisan leluhur Minahasa dan merupakan bukti bahwa demokrasi dan persatuan sudah ada sejak dahulu. “Selamat datang di Watu Pinawetengan, tempat leluhur kita beberapa abad lalu berkumpul bersama untuk menyatakan kesatuan tekad. Mereka sudah berembuk bersama untuk membagikan wilayah kediaman, upacara adat dan pemakaian bahasa bagi setiap kelompok sub etnis di Minahasa,” kata Benito, pria berpendidikan master hukum dan kini kandidat doktor di Universitas Indonesia.

Menurut Benito, di awal milenium ketiga ini orang Minahasa sudah menyebar ke seluruh pelosok dunia. Sedangkan daerah leluhurnya sudah terbagi-bagi secara administratif. “Apakah kita mau, orang Sulawesi Utara dan budayanya juga akan terpecah sehingga kemudian akan hilang lenyap dari bumi Nusantara?” kata Benito dalam nada tanya yang penuh arti.

Benito yang dikenal juga sebagai salah satu Sniper (penembak sasaran) andalan yang dimiliki Polri saat ini, menyadari bahwa seni dan budaya, Sulawesi Utara, merupakan alat pencerahan masyarakat akan kesadaran hidup, baik hidup berbangsa, bermasyarakat, termasuk hidup yang mentaati segala peraturan.

Menurutnya, putra asal Tumpaan Amurang Minsel ini, di balik seni budaya banyak nilai-nilai kehidupan positif yang bisa kita serap, salah satunya adalah bahwa seni budaya bisa menjadi inspirasi untuk hidup lebih harmonis. Seni budaya juga bisa menjadi alat untuk memotivasi seseorang. Lebih tinggi lagi, ujarnya, seni budaya adalah gambaran ekspresi mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Benito pun berpesan, “Karenanya, kita harus bangkitkan kembali masyarakat yang berjati diri lokal tetapi mempunyai wawasan global.” (Adlin)

March 15, 2008 - Posted by | Personal

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: