Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Ruben Saerang Fokus Sejahterakan Rakyat

Ruben Saerang

Hari ‘H’ Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kepulauan  Sitaro (Siau Tagulandang dan Sitaro), belum pasti. Walaupun ada yang memperkirakan Pilkada Sitaro berlangsung April atau paling lambat Mei 2008. Kendati begitu, nama-nama bakal calon bupati/wakil bupati yang akan diusung partai politik peserta pemilu mulai mengkristal.

Salah satu nama yang sudah masuk ‘bursa’ balon bupati/wakil bupati Sitaro adalah Drs Ruben Saerang, fungsionaris Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Utara. Putra Sitaro itu, kini sebagai Wakil Ketua Komisi D (bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara.

Tanpa bermaksud mendahului proses pemilihan bakal calon kepala daerah yang tengah berlangsung di Kabupaten Kepulauan  Sitaro, Ruben yang dikenal sebagai salah satu ‘vokalis’ di Gedung Cengkeh Sario tersebut, sudah memiliki konsep yang jelas, terarah, dan terukur untuk pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan peningkatan fungsi birokrasi. Target utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sitaro, setidaknya untuk lima tahun ke depan.

“Saya akan fokus ke pembangunan ekonomi berbasis perikanan dan kelautan, tanpa melupakan potensi pertanian dan perkebunan serta pariwisata,” ungkap Ruben tentang visi ekonominya membangun Sitaro, jika Tuhan menghendaki dia menjadi pimpinan daerah dan tentu saja apabila niat baiknya ini mendapatkan dukungan mayoritas rakyat Sitaro melalui Pilkada 2008.

Setiap kali bercakap-cakap dengan Sinergy dalam banyak kesempatan, Ruben selalu memberikan perhatian khusus mengenai Sitaro. “Kemanapun dan dalam keadaan apapun, saya selalu berjuang dan mengingat rakyat Sitaro. Apalagi Sitaro banyak keunggulannya. Kecintaan saya kepada Sitaro sudah sejak lama, bukan hanya karena ada momentum pilkada,” tegas penatua dalam lingkungan GMIM ini.

Anda bilang tadi, jika mendapatkan dukungan rakyat dan sukses dalam Pilkada 2008, akan fokus ke bidang ekonomi. Apa saja potensi Sitaro?

Sesungguhnya potensi ekonomi Sitaro cukup beragam. Sebut saja beberapa hal yang selama ini menjadi primadona yaitu, perikanan dan kelautan, perkebunan pala dan buah salak. Demi peningkatan kesejahteraan rakyat, siapapun pimpinan daerah Sitaro, maka dia harus fokus ke sektor perikanan dan kelautan. Untuk meningkatkan sektor peikanan mestinya dikembangkan Koperasi Nelayan di Sitaro sebagai implementasi dan kepedulian kita pada masyarakat pesisir pantai yang sehari-harinya menjadi nelayan. Dalam pandangan saya, Pulau Biaro amat cocok sebagai sentra perikanan dan kelautan. Sebagai sentra perikanan dan kelautan, di Biaro akan kita bangun cold storage berkapasitas besar untuk menampung ikan hasil tangkapan petani, sehingga harga dapat terjaga. Orientasi nelayan di Sitaro, hendaknya mengarah sebagai eksportir ikan sampai ke manca negara jangan memenuhi pasar lokal. Untuk itu kita akan datangkan investor kelas dunia. Dalam kaitan itu, master plan pembangunan pelabuhan perikanan sudah dalam rancangan dan konsep yang jelas. Pelabuhan Perikanan merupakan kebutuhan mendesak warga Sitaro.

Bagaimana dengan Pulai Siau dan Tagulandang?

Tentu saja Siau dan Tagulandang akan dikembangkan pula sesuai potensinya. Pulau Siau  dikenal sampai ke manca negara. Buah dan bunga Pala asal Siau sangat dikenal di Negeri Belanda dan daratan Eropa. Sejak berabad-abad lalu. Pantas jika Pulau Siau dapat dijuluki sebagai pulau rempah-rempah dunia. Kami mengimbau warga Siau untuk melestarikan potensi ’emas’ ini. Tugas pemerintah daerah antara lain mendorong peningkatan produksi pala, memotivasi rakyat dan membuka akses pasar seluas-luasnya.

Tidak kalah pentingnya adalah menyediakan data base tentang potensi Pala di Siau. Berapa luas tanaman dan produksinya dan bagaimana pengembangannya nanti.

Pulau Tagulandang sudah dikenal sebagai pemasok buah Salak di daerah ini. Kita akan upayakan, agar Salak dari Tagulandang dapat diperluas pemasarannya. Para petaninya diajarkan tetang bagaimana mengemas yang baik sebelum dilempar ke pasar. Dapat juga melalui pengolahan khusus sehingga menjadi manisan Salak, atau mungkin sudah diolah menjadi minuman berbentuk jus buah Salah. Jika sudah melewati prosesing dan olahan, maka nilai tambahnya tentu meningkat.

Tugas pemerintah daerah adalah mempromosikan potensi Sitaro, memberikan kemudahan kepada para investor yang akan masuk dan membuka akses pasar bagi usaha kecil dan mikro. Kami punya jaringan dengan kalangan swasta. Mereka mau, jika diberikan kemudahan.

Alam pegunungan di Sitaro dapat dijual sebagai obyek Pariwisata yang potensial. Apa rencana Anda?

Betul. Potensi pariwisata di Sitaro sangat kaya dan unik. Letusan Gunung Api Karangetang misalnya, dapat dijadikan pesona tersendiri sebagai fenomena alam. Ini akan menjadi ’santapan’ para ahli geologi dunia dan otomastis menjadi obyek kunjungan wisatawan  maca negara. Belum lagi sebuah gunung berapi di bawah laut yang boleh dibilang sangat langka di dunia. Ada lagi yang lain, yaitu kawasan-kawasan terumbu karang dengan ribuan spesies ikan, akan kita ’jual’ sebagai potensi penyelaman para divers yang datang ke Sulawesi Utara. Untuk itu, kami sudah memiliki konsep yang jelas mengenai pembangunan pelabuhan wisata di Sitaro.

Infrastruktur menjadi permasalahan utama di setiap daerah kepulauan, apa rencana Anda?

Anda benar. Sebetulnya, dalam benak saya, 100 hari pertama yang akan menjadi fokus perhatian kami jika memang Tuhan menghendaki kami menjadi pimpinan daerah di Sitaro adalah membuka jalur-jalur antardesa dan antarpulau yang masih terisolir. Dengan infrastruktur yang baik, otomatis sektor ekonomi  yang sudah saya ungkapkan tadi akan berkembang dengan sendirinya. Karakteristik Sitaro sebagai daerah kepulauan, tentu saja diupayakan seimbang antara infrastruktur darat dan laut. Kami juga akan mendorong Pertamina membangun depot BBM. Tanah untuk itu disiapkan pemda. Pelabuhan ferry yang sudah dibangun semasa kepemimpinan Gubernur AJ Sondakh, akan kita aktifkan dengan cara mendorong instansi perhubungan agar mengadakan kapal ferry yang dapat melayani warga Sitaro secara terjadwal. Listrik pedesaan akan kita upayakan dengan cara menambah kapasitas generator yang sudah ada. Tentu bekerjasama dengan PLN.

Dalam sektor pembangunan manusia, masalah utama di Sitaro adalah akses pendidikan dan kesehatan yang masih sering dikeluhkan warga. Bagaimana pendapat Anda?

Saya bersyukur karena saat ini saya menjadi Wakil Ketua Komisi D yang membidangi kesehatan dan pendidikan. Akses warga untuk mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan amat penting. Jika rakyat sehat dan pintar sesungguhnya pemerintah daerah yang diuntungkan. Rakyat akan lebih kreatif karena mereka pandai dan memiliki tubuh dan jiwa yang sehat. Target kami adalah meningkatkan kapasitas rumah sakit dan meningkatkan Puskesmas yang sudah ada. Puskesmas keliling so pasti menjadi prioritas sebagai ciri daerah kepulauan. Tenaga medis di semua Puskesmas dan rumah sakit akan menjadi perhatian khusus. Kami akan membangun Puskesmas Plus (yang dapat melayani rawat inap). Pembebasan biaya layanan kesehatan menjadi prioritas kami.

Di sektor pendidikan, kami merancang sebuah kawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi sarana pendukung yang lengkap. Mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan menengah atas. Sekolah menengah kejuruan atau SMK yang akan menjadi fokus Departemen Pendidikan Nasional, juga tidak luput dari perhatian kami. Sitaro sangat butuh SMK Kelautan. Saya yakin Diknas akan merespons rencana tersebut. Ini semua untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun.

Dalam kaitan dengan itu, guna mendorong warga agar menyekolahkan anak-anak mereka maka di semua tingkatan satuan pendidikan SD sampai SMA/SMK negeri maupun swasta akan diberikan pembebasan sumbangan pembangunan pendidikan alias bebas SPP. Kami juga akan bekerjasama dengan Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di Manado, dalam bentuk pembukaan kelas jauh pendidikan strata satu (S1).

Anda akan gagal  jika aparatur/birokrasi tidak tertata dengan baik…?

Bukan cuma gagal. Citra pemerintah daerah akan sangat tergantung dari pelayanan prima yang mereka berikan kepada warga. Untuk itu peningkatan disiplin aparat, motivasi dan etos kerja aparat/birokrat harus diberi perhatian ekstra. Namun sejalan dengan itu, kesejahteraan PNS melalui pemberian insentif dan promosi kenaikan pangkat –bagi mereka yang berprestasi baik- sudah merupakan tekad utama kami.

Visi Ruben Saerang membangun Sitaro sudah cukup jelas, terarah dan fokus. Selanjutnya, terserah hati nurani rakyat Sitaro untuk menjatuhkan pilihan mereka pada Pilkada nanti. Itupun jika Ruben mampu melewati banyak rintangan, mulai dari internal Partai Golkar, karena Ruben harus bertarung ketat dengan kader Golkar lainnya yang tak kalah handal. (Bos)

March 1, 2008 - Posted by | Personal

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: