Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SVR : Tou Minahasa harus di Paling Depan

svr-sibosn.jpg

Kehadiran Doktor Gerungan Saul Samul Jacob (GSSJ) Ratulangi di jamannya telah mengangkat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tou Minahasa ke pentas yang diperhitungkan, baik ditingkatkan Regional, Nasional, dan Internasional. Kemampuan tokoh Nasional ini, sungguh “menakutkan” setiap orang yang mengenalnya. Dan, lembaran ini diakui Presiden pertama Republik ini, Ir Sukarno. Bahwa sepak terjang doktor pertama di bidang Pasti Alam ini, sungguh sangat diperhitungkan dalam segala hal, termasuk dalam ikut berjuang menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Etape berikutnya tentang keunggulan SDM Tou Minahasa terjadi ketika bangsa ini dipimpin Ir Sukarno. Tercatat sejumlah Tou Minahasa memegang kendali pada sejumlah Departemen, diantaranya, Lambertus Nicodemus Palar (Jubir RI di PBB), Alexander A Maramis (Menteri Keuangan) dan Ir Mr Laoh (Menteri Pekerjaan Umum).

Dalam catatan tokoh muda Tou Minahasa yang terkenal dengan bukunya Menjahit Laut yang Robek, Jeffrey Rawis, SE, disebutkan LN Palar awalnya sebagai wakil tetap Kerajaan Belanda di PBB, yang kemudian menentang kebijakan politik negara diwakilannya dan langsung berpindah ke kursi perwakilan tetap Repubilk Indonesia. Sedang AA Maramis tercatat sebagai Menteri Keuangan Pertama dan juga sebagai pemrakarsa diterbitkannya uang kertas di Republik ini. Kemudian, Ir. Mr Laoh, sebagai penggagas dibangunya pelabuhanpelabuhan nusantara. (catatan lengkap kiprah Tou Minahasa ini bisa dibaca dalam buku “Orang Manado” karya Jeffrey M. Rawis).

Selanjutnya, di era Suharto, tercatat tinggal ada satu nama yang mampu mengukir prestasi dalam kaitan keunggulan kualitas SDM Tou Minahasa, yakni Drs Theo L. Sambuaga. Sambuaga tercatat pernah menjabat Menteri Perumahan Rakyat RI. Setelah itu, Tou Minahasa seolah mulai terpinggirkan. Minahasa mulai hilang dari pentas nasional sejak negara ini dipimpin Presiden BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Sukarnoputri, dan kini Susilo Bambang Yudoyono. “Iyayat U Santi,” pekik Bupati Minahasa,

Drs Stefanus Vreeke Runtu. “Kita harus bangkit,” katanya sembari mulai memaparkan sejumlah program unggulan Kabupaten Minahasa yang telah dilaksanakan selang 4 (empat) tahun menjadi Bupati Tanah Toar Lumimuut. “Ini semua dilakukan dalam kerangka mengembalikan kualitas Tou Minahasa,” ujar SVR dalam percakapan khusus dengan Tabloid SINERGY usai peringatan empat tahun memimpin Kabupaten Minahasa yang dirangkaikan dengan Pelantikan Kepala Desa Kembes I, Ruddy Kaunang, di Desa Kembes, Kecamatan Tombolu.

Menurut SVR –begitu ia akrab disapa di panggug politik—sekarang kita telah mendapatkan hasil yang menjadi cita-cita bersama. Di bidang pendidikan Minahasa merupakan yang pertama memberikan pendidikan gratis bagi siswa, karena kita menyadari bersama dalam persaingan global bagi bangsa yang besar ini harus memberikan andil yang besar pula di sektor ini. Dengan persaingan dan kompetisi yang begitu kuat, apabila sekat-sekat antarbangsa ini terbuka, maka orang Minahasa harus berada di lingkungan itu, seperti yang telah berhasil dilakukan pendahulu kita di jaman kemerdekaan. “Tou Minahasa harus berada di paling depan. Karena itu, harus mempersiapkan diri. Kondisi itu tidak akan jadi dengan sendirinya. Persiapan ini membutuhkan proses dan komitmen, membutuhkan visi yang sama dan misi yang sama ke depan. Ini yang harus kita lakukan,” jelas Runtu.

Sejak tahun 2004 lalu sampai tahun 2007 ini, kata Runtu, Pemkab Minahasa telah memelopori pembebasan biaya pendidikan dari tingkat SD, SMP sampai SMA, baik negeri maupun swasta. Memang apa yang saya katakan membutuhkan proses. Tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun, mulai tahun 2007 ini kita mulai menuai apa yang ditanam sejak tahun 2003 yang menjadi harapan masyarakat Minahasa. Hasilnya, tahun 2007 ini membuktikan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Minahasa menunjukan prestasi yang luar biasa. Mereka mampu mengungguli sekolah-sekolah unggulan yang ada di Sulut. Seperti SMU Lokon, Manado International School (MIS), SMA Binsus, dan SMA I Manado.

“Hal ini merupakan kerjasama yang baik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Minahasa dan juga topangan seluruh rakyat Minahasa. Jadi, apa yang menjadi doa dan permohonan kita bersama benar-benar menjadi jawaban dan lebih mengkonkritkan apa yang menjadi cita-cita bersama,” ujar Runtu.

Bukan itu saja, tapi Pemerintah Minahasa berharap ke depan akan lebih banyak lagi Tou Minahasa yang akan berprestasi di bidang pendidikan. Karena itu, bagi Tou Minahasa yang masih mampu menyekolahkan anak untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan lebih lanjut lakukan itu untuk Minahasa. Karena ke depan, komunitas Minahasa sangat kecil di banding daerah lain. “Kalau kita mampu mengungguli lebih dari dua sampai tiga kali lebih unggul dari daerah lain, maka Minahasa akan diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin bangsa ini,” kata Runtu sambil mengepalkan tanggannya dan menegaskan, “Saya bertekad, kedepan masalah pendidikan ini harus mempunyai arti dan makna yang bermanfaat di tanah Toar Lumimuut.” Empat tahun ini, Pemkab Minahasa telah memberikan kesempatan bagi 12 putra terbaik untuk melanjutkan studi pada program doktor di luar negeri. Dan, sekarang sudah ada satu orang yang menyelesaikan program doktor di Prancis. “Itulah kebanggaan rakyat Minahasa. Itulah doktor pertama yang dibiayai oleh uang rakyat Minahasa. Untuk tahun kelima kepemimpinan saya, ada lima orang lagi yang akan kami berikan seleksi untuk melanjutkan program doktor di luar negeri,” kata Bupati disambut sorak sorai dan tepukan tangan segenap rakyat yang memenuhi bangsal acara.

Menurut SVR, Ia telah menyampaikan ke panitia yang akan menyeleksi calon doktor, dengan tanpa mencampuri kewenangan dan tidak mengintervensi kepanitiaan yang dibentuk, bahwa bila nilai masing-masing kandidat doctor ini hampir sama agar diluluskan semua. Sehingga Minahasa akan ketambahan 22 orang doktor di masa yang akan datang untuk memberikan pemikiran-pemikiran bagi rakyat di tanah Toar Lumimuut ini.

“Kami juga mempersiapkan anggaran bagi mereka yang tidak mempunyai biaya yang cukup berupa pemberian beasiswa, baik tingkat SMP, SMA bahkan sampai tingkat sarjana, agar apa yang diprogramkan jangan sampai berhenti di tengah jalan. Kebanggaan ini semakin hari semakin kita peroleh karena dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Minahasa,” papar Runtu.

Sektor unggulan lain yang diharapkan akan mampu mengangkat Kabupaten Minahasa, Runtu menyebutkan Pariwisata, Lingkungan Hidup dan Kesehatan. Menyangkut pariwisata, alam yang sangat indah sudah kita miliki. Kita hanya perlu saling mendukung untuk mengelolanya dengan baik. Kita juga punya aset-aset yang mendukung yakni aspek budaya seperti yang kita saksikan sejak masih belia, budaya maengket ini perlu untuk tetap dilestarikan. Dimana-mana saya tekankan walaupun kita telah terpisah secara administrasi dalam pemerintahan, tapi latar belakang budaya keturunan Toar Lumimuut tidak terpisahkan. “Saya punya tim kesenian yang profesional yakni tim Wulan Waraney Minahasa. Mereka sampai sekarang ini diminta untuk mengisi acara kesenian yang menggambarkan budaya Minahasa di Padang, Bali, Jakarta dan Balikpapan,” jelas Runtu.

Untuk sektor Lingkungan Hidup, ada hubungan dengan hutan yang ada di sekitar kita. Sekarang ini Minahasa belum terlambat untuk melakukan reboisasi. ”Saya mengajak kita menanam pohon. Bibit bisa diperoleh secara gratis. Ada bibit pohon nantu, mahoni dan juga buah-buahan yang dapat diambil di Dinas Pertanian. Sekarang ini jumlah bibit kayu di Dinas Kehutanan serta Pertanian dan Perkebunan Minahasa masih berkisar 150 ribu bibit yang dapat ditanam.

Karena itu, kita harus mengembalikan fungsi yang semula dari hutan ini sebagaimana mestinya,” harapnya. Dimana-mana, tambah Bupati, saya katakan Danau Tondano merupakan kebanggaan orang Minahasa. Bagaimana kita memanfaatkan danau ini dari aspek pertanian, perikanan dan tenaga listrik. Sekarang ini Minahasa telah mendapat bantuan sekitar Rp 7 miliar rupiah dan ini setiap tahun ada anggaran untuk reboisasi hutan. Karena itu masyarakat harus mengontrol penyaluran uang rakyat ini agar jelas peruntukannya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jadi, uang ini diberikan kepada orang yang dapat melakukan tugas dan tanggungjawab dengan benar. Untuk program kesehatan, bagi masyarakat yang berobat di Puskesmas mendapat pelayanan gratis. Jadi, tambah Bupati yang disebut-sebut akan mencalonkan diri kembali untuk periode kedua, seluruh masyarakat Minahasa yang berobat di Puskesmas bebas biaya.

Selain sejumlah program unggulan ini, Pemkab juga menyiapkan program khusus untuk percepatan pembangunan di desa-desa. Program tersebut yakni pemberian kendaraan dinas untuk hukum tua sebagai penunjang operasional dalam menjalankan program pemerintah. Kemudian, setiap desa diberikan Rp 50 juta rupiah untuk merangsang pembangunan yang ada. Begitu juga bagi rakyat Minahasa yang tertimpa dukacita, Pemkab memberikan rasa keprihatinan dengan menyerahkan santunan natura satu juta rupiah setiap orang tanpa potongan. ”Dan, ini sudah berlaku sejak 1 Januari 2007,” mengakhiri percakapan dengan SINERGY. (OnT/WeB)

June 25, 2007 - Posted by | Personal

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: