Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Legenda Ratu Oki Mitra 2007

Ratu Oki, menurut legenda dari suku Tounsawang merupakan seorang wanita cantik yang tidak pernah pudar dimakan usia dan tetap berwibawa, sehingga disegani di zaman kejayaannya.Karena disegani, Ratu Oki kemudian diangkat menjadi Tonaas Wangko; Ukung Oki —namanya sebelum jadi Ratu. Ratu Oki, terkenal sakti dan memiliki kemampuan menjadi seorang pemimpin. Sehingga waktu itu, ketika Simon Cos dari VOC Belanda melakukan perdagangan di daerah Minahasa Selatan dan ingin menguasai daerah ini, Tonaas Wangko Ukung Oki, mengulurkan tangannya untuk menghentikan kapal VOC untuk berdagang di daerah ini.

Nah, disitu Simon Kos melihat kesaktian dari Tonaas Wangko Ukung Oki ini dan akhirnya mereka memilih jalan dialog. Hasil dialog yang dituangkan dalam perjanjian, VOC yang dipimpin oleh Simon Kos harus mengakui kepemimpinan Tonaas Wangko Ukung Oki.

Kemudian, mengakui budaya setempat, dalam artian VOC, dalam hal ini Belanda, harus mengakui budaya setempat yang mengedepankan larangan menghina dan jangan mencuri.

Yang paling penting, menghormati wanita. Hal ini yang menjadi kekaguman, karena di jaman itu Tonaas Wangko Ukung Oki mampu melakukan hal ini dengan kemampuan dan kesaktiannya.

Selain itu, VOC pun dipaksa melakukan perjanjian dagang dengan kepemimpinan Tonaas Wangko Ukung Oki waktu itu, untuk pembangunan sarana jalan, diantaranya Tombatu-Tababo dan Belang. Kemudian sarana jalan Tombatu ke Ranoyapo, karena sumber pangan berada di daerah Ranoyapo. Kemudian sebagai gudang harus ada di Tombatu dan Belang. Sedangkan kawasan barter berada di Ratahan dan Kawangkoan.

Waktu itupun, karena kesaktian dan kepemimpinan Tonaas Wangko Ukung Oki ini, ia diakui untuk memimpin kelima walak masing-masing Tounsawang, Pasan, Ponosakan, Belang dan Tountemboan. Rakyat waktu itu mengalami kemakmuran, karena hasil bumi yang bisa menembus Eropa. Kemudian ketika Raja Doloda Mokoagow dari Bolaang Mongondouw mendengar kesaktiannya dia melamar Tonaas Wangko Ukung Oki ini. Kenekadan Raja Doloda Mokoagow untuk melamar Ratu Oki sebagai pendamping hidupnya, karena terpicut oleh kecantikannya yang tidak memudar dan kesaktian serta kemampuannya dalam memimpin lima walak. Apapun yang Tonaas Wangko Ukung Oki minta sebagai persyaratannya, dikabulkan Raja Doloda Mokoagow sebagai mas kawin. Dia (Tonaas Wangko Ukung Oki, red) menerima dengan syarat waktu itu yakni batas wilayah (waktu itu menjadi sengketa antara Minahasa dan Bolaang Mongondouw) harus bergeser dari sungai Ranoyapo sampai di sungai Poigar dan dari sungai Belang bergeser sampai sungai Buyat.

Ketika Tonaas Wangko Ukung Oki menikah dengan Raja Doloda Mokoagow, maka dengan sendirinya dia menyandang gelar Ratu Oki. Nah, dari hasil perkawinan kedua suku yang berbeda ini mendapat anak namanya Manopo, sehingga tak heran ada marga Manopo di Tounsawang dan Manoppo di Bolmong. Dan, sebenarnya mereka masih bersaudara. Kelima suku walak ini terkenal dengan pekerja keras dan mengalami kemakmuran waktu itu. (Otnie/WeB)

April 16, 2007 - Posted by | Opini

2 Comments »

  1. bingung juga nih. kenapa anaknya itu manoppo? dimananya mongula?
    kita yang mongula memang keturunan ratu oki juga……

    Comment by vierna | January 27, 2009 | Reply

    • Namanya juga legenda perlu pembuktian. Ini sebetulnya lahan peneliti untuk menindaklanjuti legenda ini. Seperti di Bantul dibangun Klenteng Kwan Kong dan ternyata banyak turis berkunjung ke sana. Yaaa mudah-mudahan dari instansi terkait di Minahasa Tenggara yang bupatinya masih ada keturunan dari Utara.

      Comment by sibosnetwork | March 3, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: