Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SULUT BELAJAR DARI SINGAPURA

Kita pernah mendengar ungkapan “kecil-kecil cabe rawit”. Ungkapan ini mungkin bisa diberikan untuk Singapura. Sebagai salah satu negara terkecil di dunia, Singapura adalah negara maju yang tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya seperti Amerika, Inggris, Jepang, dan Australia. Untuk urusan teknologi terutama di Asia, Singapura hanya kalah dari Jepang. Saat ini pemerintah Singapura sedang mengembangkan internet wireless service in public places dimana setiap orang dapat mengakses wireless internet ditempat umum mana saja.

Negara dengan luas 697 Km2 ini (sekitar satu per dua puluh dua dari luas Sulawesi Utara) telah menjadi bagian penting dari sistem perdagangan di Asia terutama di Asia Tenggara. Seorang supir taksi di Singapura pernah berkata kepada saya kalau dengan mobil kita hanya butuh waktu kurang lebih 45 menit untuk menempuh jarak dari bagian paling Barat sampai bagian paling Timur Singapura. Namun, walaupun tidak sebesar negara-negara tetangganya, Singapura mampu mengembangkan apapun sumber daya alam yang mereka punya.

Saat masih dibangku SMP, saya masih ingat bagaimana guru geografi mengajarkan bahwa letak Indonesia sangat strategis karena terletak di antara dua samudera dan dua benua. Sayang sekali negara kita belum dapat memaksimalkan keuntungan ini. Justru Singapuralah yang berhasil memanfaatkan kondisi ini dengan menjadi salah satu negara transit dikawasan Asia Tenggara. Kondisi ini berperan besar membangun Singapura baik itu dari sektor perdagangan atau sektor pariwisata. Sebagai contoh, Changi Airport sebagai salah satu Airport terbesar di dunia menjadi tempat transit untuk penerbangan dari dan yang menuju Australia. Dengan kata lain Singapura menjadi negara yang “menghubungkan” Asia dan Eropa dengan Australia. Ini membantu Singapura untuk terus meningkatkan sektor pariwisatanya.

Dari data statistik yang saya dapat dari Singapore Tourism Board, jumlah wisatawan yang datang ke Singapura selama tahun 2006 mencapai 9.7 juta jiwa. Sebagai informasi, jumlah penduduk Singapura berjumlah kurang lebih 4.5 juta jiwa. Bisa dibayangkan bagaimana sektor pariwisata telah menjadi salah satu sektor yang memberikan pendapatan terbesar untuk devisa negara.

Kita seharusnya bisa memanfaatkan keuntungan akan posisi strategis ini terutama Sulawesi Utara yang letak posisinya langsung berhadapan dengan samudra Pasifik. Kembali ke teori marketing dimana kita tahu kalau di mall-mall atau pertokoan,

toko yang letaknya di depan pasti lebih mahal karena gampang ditemukan orang daripada

toko yang letaknya lebih ke dalam. Dalam hal ini masyarakat Sulut perlu bersyukur

akan letak dan kondisi daerah nya yang strategis. Ini menjadi kesempatan untuk SULUT untuk memperkenalkan daerahnya. Pariwisata adalah salah satu sektor yang dapat digunakan untuk memperkenalkan SULUT ke dunia Internasional. Taman Laut Nasional Bunaken merupakan keunggulan yang berharga untuk mempromosikan SULUT. Keindahan akan taman laut ini harus terus dipelihara baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat sendiri. Selain itu, pembangunan infrastruktur-infrastrukur dan sarana pendukung juga merupakan faktor penting untuk mempromosikan SULUT.

Singapura tidak mempunyai keindahan alam seperti Bunaken namun mereka dapat meningkatkan sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur dan sarana pendukungnya. Airport, Hotel, Pertokoan, Transportasi, ini adalah contoh-contoh infrastruktur yang harus dibenahi dan dikembangkan di SULUT. Lebih dari itu, juga diperlukan alat untuk mempromosikan secara langsung akan SULUT itu sendiri.

Singapore Airlines adalah contoh alat yang digunakan oleh Singapura untuk memperkenalkan tentang negaranya ke dunia internasional. Bersama Fly Emirates dan British Airways, Singapore Airlines telah berhasil menjadi maskapai penerbangan terkemuka di seluruh dunia sekaligus membawa Singapura ke mata internasional.

Dalam Tabloid SINERGY edisi pertama, dikemukakan bahwa salah satu keunggulan SULUT untuk menyambut World Ocean Summit 2009 adalah letaknya yang berhadapan dengan Pacific Ocean. Ini menunjukan bahwa pemerintah daerah sudah melihat kesempatan akan letak daerah yang strategis ini. Saat ini kembali ke pemerintah daerah itu sendiri dan masyarakat SULUT, bagaimana memanfaatkan kesempatan yang telah ada. Maju Terus SULUT!

(Renzi Renditya, Koresponden SINERGY Singapura)

March 12, 2007 - Posted by | SiBOStorial

1 Comment »

  1. Apabila perhelatan WOC sudah selesai, bagaimana kelanjutannya? apakah hanya sampai disitu?

    Comment by rosian anwar pulukadang | July 27, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: