Sibosnetwork’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Roy Inkiriwang: Diplomat yang Mengandalkan Tuhan

Penampilannya sederhana dan familiar. Namun dari tutur katanya sangat tergambar indentitas seorang diplomat yang berwibawa. Ialah Drs Immanuel Robert Inkiriwang M.IR, calon Duta Besar RI untuk Republik Bulgaria berkedudukan di kota Sofia merangkap Republik Albania. Ketika berbincang denganTabloid SINERGY di Hotel Quality saat kunjungan kerja Tim Duta Besar beberapa negara sahabat, diManado, Tomohon, Bitung dan Minahasa.

Roy –begitu sang diplomat ini akrab disapa— dengan tersenyum tenang mengatakan, seorang diplomat memang kita dituntut untuk berperilaku seperti itu. Menurut Roy, penampilannya seperti ini bukan dibuat-buat. “Kita memang didik untuk melakukan hal-hal yang seperti ini. Karena sering mewakili negara di daerah mana kita bertugas.” Diplomat karir yang telah memulai karir sebagai diplomat di Departemen Luar Negeri (Deplu) sejak tahun 1981 ini sebagai Staf Direktorat Kerjasama Ekonomi Multilateral.  Ada suatu kebanggaan bagi kita warga Sulut karena Wakil tetap PBB pertama RI di New York (NY) adalah Babe Palar (LN Palar).

“Nah, untuk menjadi diplomat harus melalui tahapan magang dulu seperti praktek kerja selama satu tahun, dan kita ada enam orang yang melakukan magang di perwakilan PTRI, kemudian hanya dua yang terpilih untuk tinggal tetap di NY waktu itu salah satunya saya. Namun, keberhasilan meraih semua ini bukan karena kekuatan dan kepintaran saya, melainkan hanya oleh Kasih karunia Tuhan. Andalkan Tuhan dalam segala hal,” aku pria energik ini.

Roy pun lantas bertutur pejalanan hidupnya sampai dinominasikan menjabat Dubes Bulgaria kini. Awalnya, saat terpilih sebagai perwakilan PTRI ada suatu kebanggaan, karena kita mewakili Republik Indonesia. Jadi walaupun jabatan masih sebagai atase waktu itu, tapi mereka tidak melihat jabatan kita, tapi nama Indonesia. Perwakilan RI di Amerika ada dua satu di NY dan di Jenewa. Selama empat tahun setengah berada di perwakilan PTRI NY, saya juga mendapat tugas tambahan menjadi pembantu inti court of assistant dari kelompok 77 yang terdiri dari negara-negara berkembang, Asia Afrika dan Amerika Latin, di forum PBB yang menyangkut masalah ekonomi. Dimana Ketua kelompok 77 ini bergantian. Dengan pengalaman ini kita dilatih belajar berpidato, berdebat dan sebagainya. Sesudah itu, kembali ke Deplu sebagai Kepala Seksi Direktorat Jendral Hubungan Ekonomi Luar Negeri.

Selanjutnya mendapat tugas sebagai Kepala Bidang Ekonomi di Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Los Anggeles (LA) tahun 1990 sampai 1993. “KJRI ini kan bilateral hanya hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat, lebih konkrit. Dimana kalau tugas sebagai multilateral hanya melakukan negosiasi Negara-negara anggota PBB termasuk rancangan keputusan. Kalau Bilateral hanya hubungan langsung dengan pihak pengusaha dan hubungan dengan masyarakat Indonesia di Negara Amerika.

Kembali dari KJRI di Los Anggeles, ditugaskan lagi ke Direktorat Kerjasama Ekonomi Negara Berkembang di Deplu dan kembali melanjutkan tugas ke PTRI NY di sekretariat Gerakan Nonblok, yang kebetulan waktu itu Indonesia sebagai ketuanya. Nah, Badan Pelaksana Ketua Gerakan Nonblok (BPKGN) yang waktu itu Duta Besar sekaligus ketuanya Nana Sutresna. Selama Indonesia menjadi ketua Gerakan Nonblok, berhasil melakukan mitra pembangunan antara negara berkembang dengan negara maju.

Kendati sebelumnya ada gap antara negara berkembang dengan negara maju.

Tahun 1996, Ketua Gerakan Nonblok di ganti oleh Kolombia. Posisi Indonesia, sebagai negara yang membantu Kolombia karena kita mantan ketua Gerakan Nonblok. Sesudah itu, pada tahun 1997 kembali dipercayakan mewakili Indonesia sebagai Deputi Sekretaris Jendral Asia selama tiga tahun. Dan tahun 2000 kembali ke Deplu sebagai Direktur Pengembangan Kerjasama Asean, di Direktorat Kerjasama Asean. Sesudah dua tahun kemudian terjadi restrukturisasi di Deplu, namun saya tetap dipercayakan sebagai Direktur Kerjasama Fungsional

Asean, yang menangani bidang pendidikan, penanggulangan Narkoba, pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan, kerjasama pemuda dan sosial. Setelah ditugaskan di beberapa bagian ini, kembali pemerintah Indonesia mempercayakannya sebagai Kepala Perwakilan Wakil Duta Besar RI di Austria yang berkedudukan di Wina pada medio Februari 2004. Dengan tugas utama, menangani dua diplomasi yakni multilateral (kerjasama dengan badan-badan PBB) dan bilateral (kerjasama dengan pemerintah Austria). Dan sekarang akan dipercayakan sebagai duta besar untuk Republik Bulgaria berkedudukan di kota Sofia merangkap Republik Albania. Menurut pria Kakas-Langowan ini, semua apa yang dia raih termasuk jabatan dan pengalamannya karena kemurahan Tuhan. Karena itu ”Jangan sekali-kali melakukan sesuatu, tanpa mengandalkan TUHAN.” (Otnie/Wilson)

Drs Immanuel Robert Inkiriwang M.IR

Tempat/Tgl lahir: Manado, 24 Agustus 1950

Nama Ayah: Emile Wilhemus Inkiriwang (Kakas)

Nama Ibu: Corry Elvira Elline Dendeng (Langowan)

Istri: Felly Rose Andrea Sayson Inkiriwang

Tempat/Tgl lahir: Bacalod-Filipina, 23 Juli 57

Anak-anak:

(1). Immanuel Denga Hose, MBA, IB

(2). dr Maria Reyna Elline

(3). Corry Felisa Gabrielle

Pendidikan:

SD, Filipina. SMP-SMA, Manado,

Sarjana, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Magister, University Filipina

Pengalaman Karir:

-Staf Direktorat Kerjasama Ekonomi Bilateral tahun 1981

-Magang di perwakilan PTRI Amerika Serikat

-Pembantu inti court of assistant dari kelompok 77

-Kepala Seksi Direktorat Jenderal hubungan ekonomi luar negeri

-Kepala Bidang Ekonomi KBRI di Los Anggeles (LA) 1990-1993

-Sekretariat Gerakan Nonblok PTRI NewYork

-Mewakili Indonesia sebagai Deputi Sekretaris Jendral Asia 1997-2000

-Direktur Pengembangan Kerjasama Asean, Direktorat Kerjasama Asean Deplu tahun 2000-2002

-Direktur Kerjasama Fungsional Asean tahun 2002-2004

-Kepala Perwakilan Wakil Duta Besar RI di Austria yang berkedudukan di Wina tahun 2004-2007

-Kandidat Duta Besar Republik Bulgaria dan Republik Albania, 2007

Advertisements

May 19, 2009 Posted by | Personal | Leave a comment

SVR: Gagal Angkat Eceng Gondok Saya Mundur

 
       SVR dan JWS 

Setelah dilantik menjadi Bupati Minahasa oleh Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang, dukungan terus mengalir terhadap pasangan Drs Stefanus Vreeke Runtu dan Drs Jantje Wowiling Sajow untuk membangun Minahasa ke depan.

Benny Tengker

Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua di Jakarta, Benny Tengker  ketika ditemui sebelum bertolak ke Jakarta mengatakan, apa yang sudah ditetapkan harus didukung. Jangan saling baku cungkel karena inilah pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dikehendaki oleh Tuhan. “Kase ilang tu budaya baku cungkel supaya Minahasa maju dan sejajar dengan daerah lain,” kata Benny seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami falsafah Oom Sam Ratulangi, Si Tou Tumou Tou, bukan Sitou Mamongko Tou.

Ia mengaku prihatin akan budaya baku cungkel yang tidak pernah habis-habisnya dan sudah membudaya. Padahal itu adalah kebiasaan yang buruk dan harus dihilangkan. “Mari torang bangun Minahasa bersama Bupati Vreeke dan Wakil Bupati Jantje. Mereka adalah putra terbaik yang dipercayakan untuk mengendalikan bumi Toar dan Lumimuut,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Minahasa, Vreeke usai pelantikan menegaskan bahwa pihaknya sangat serius memberantas eceng gondok di danau Tondano. “Saya targetkan Agustus 2008 danau Tondano bersih dari eceng gondok. Kalau tidak saya siap mundur,” katanya dengan nada meyakinkan.

Menurut Benny Tengker, pemerintah sebaiknya memberikan ijin kepada mereka yang mempunyai jaring dalam radius tertentu. Dengan demikian, mana yang mendapat ijin wajib membersihkan dari eceng gondok. “Bupati sangat serius. Buktinya setiap Jumat Tuama Minahasa itu  mengerahkan PNS dan masyarakat mengangkat eceng gondok,” katanya bangga.(meldi)  

March 15, 2008 Posted by | Judge | Leave a comment

BKSP Sulut Studi Banding ke Jerman

Ronny Lumempouw

Kadin Indonesia, BNSP, BSNP dan BKSP di provinsi yang telah terbentuk di Indonesia melakukan studi banding ke Jerman yang difasilitasi oleh DIHK (Kadin Jerman) dengan rute Frankfurt, Konstanz, Stutgart, Heidelberg (kota yang memiliki universitas tertua di Jerman) dan lain-lain.

Selamat 10 hari (7 Maret s/d 17 Maret) meninjau beberapa tempat  pelatihan dan magang tenaga kerja seperti: Christiani Vocational, Educational, And Training (VET), TRW pabrik pembuatan komponen kendaraan yang bisa dipesan oleh pabrik mobil terkemuka di Eropa. Seperti Mercedes Benz, VW, Peugeot,Renolt dll. Dan juga ke GARP yang merupakan VET yang dibentuk DIHK.

DIHK mempresentasikan kepada delegasi Kadin Indonesia yang berjumlah 21 orang untuk bagaimana menciptakan tenaga kerja yang berkompetensi dalam bidang kerjanya. Demi kepentingan industri yang adalah anggota Kadin. DIHK menjelaskan sistem pendidikan kejuruan dengan sistem ganda sebagai bagian dari sistem pendidikan yang oleh undang-undang didelegasikan kepada Kadin. Masalah kompetensi mutlak dimiliki setiap tenaga kerja agar bisa bersaing di pasaran kerja, baik di tingkat lokal, nasional maupun international. Tanpa memiliki kompetensi dalam bidangnya, tenaga kerja akan memiliki daya saing yang lemah, sementara pasar kerja akan diisi oleh pihak lain yang memiliki sertifikat kompetensi. 

Guna menyikapi kegelisahan ini, Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Sulawesi Utara, Ir Ronny Lumempouw, dua minggu lalu, melakukan studi banding di Jerman untuk melihat dari dekat  sistem pemagangan yang dilakukan oleh Deutscher Industrie-und Handelskammertag (DIHK) Kadinnya Jerman dalam mempersiapkan angkatan kerja yang siap pakai. Dari hasil kunjungan selama satu Minggu di Jerman itu, BKSP  Sulut mendapat gambaran yang jelas bagaimana sistem sertifikasi kompetensi sebelum tenaga kerja itu memasuki lapangan kerja yang sebenarnya. Kebetulan DIHK Jerman diberikan kewenangan melalui undang-undang oleh pemerintah setempat untuk mengeluarkan sertifikat kompetensi untuk tamatan pendidikan kejuruan. Tidak heran kalau setiap tahun sekretariat DIHK Jerman yang ada di kota kabupaten didatangi para lulusan  siswa-siswa kejuruan untuk disalurkan ke tempat-tempat pelatihan pemagangan di kalangan industri-industri.

Hebatnya, industri di Jerman terlibat langsung atau aktif dalam dunia pendidikan dengan menyiapkan tempat-tempat pelatihan dan pemagangan. Contohnya pabrik mobil Porsche dijadikan tempat pelatihan dan pemagangan di Stuttgart. Siswa yang mengikuti pendidikan sistim ganda mengikuti cara teori dan praktek dengan alat praktek dengan alat yang sama di industri selama 3,5 tahun dan selama itu mereka mendapat gaji. Namun selama empat bulan pertama masih dalam masa percobaan untuk menentukan apakah ia cocok pada pilihannya. Kalau tidak punya kompetensi dalam bidangnya akan diberikan kesempatan untuk memilih bidang lain.

Menurut Ronny yang juga Ketua Kadin Sulut, setelah mengikuti  pelatihan dan pemagangan selama 3,5 tahun, DIHK Jerman akan mengeluarkan sertifikat kompetensi sesuai bidangnya masing-masing kemudian dilepas pada pasaran kerja. Nah, biasanya mereka yang sudah memiliki sertifikat kompetensi punya daya saing yang tinggi sehingga laris manis dimana-mana. Mereka sudah ditunggu kalangan industri, baik di dalam maupun luar negeri. “Artinya setelah memiliki sertifikat kompetensi, tenaga kerja tersebut menjadi rebutan,” katanya meyakinkan. Guna menunjang kegiatan pemberian sertifikasi, DIHK Jerman membuat suatu sekolah pendidikan untuk tempat pemagangan. Bahkan DIHK mendapat bagian 0,26 persen dari pajak yang dibayarkan kalangan industri kepada pemerintah. Di sini jelah DIHK diberdayakan oleh pemerintah Jerman.

Dengan sistim pemagangan dan pelatihan yang dilakukan DIHK Jerman, akan menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dalam bidangnya.  Sementara sistim pemberian sertifikat kompetensi di Indonesia, menurut Kadin-nya Jerman sudah baik karena BKSP melibatkan pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan Nasional bahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Menurut mereka sudah baik karena semua pihak terlibat,” kata Ronny yang belum lama ini dilantik menjadi Ketua BKSP Sulut.

Melihat kondisi tenaga kerja di Sulut yang sebagian besar tidak memiliki kompetensi kerja, jelas memiliki daya saing yang sangat rendah. Buktinya di Indonesia STM tidak siap pakai karena guru-guru sendiri tidak memiliki kompetensi. “Bagaimana mengharapkan siswa memiliki kompetensi sementara gurunya saja tidak punya kompetensi,” katanya. Lagipula peralatan yang digunakan seperti mesin-mesin untuk tempat mereka belajar justru tidak sama dengan yang dimiliki industri sehingga begitu mereka lulus belum bisa bikin apa-apa.  “Di Jerman, tenaga kerja langsung magang di kalangan industri,” ujarnya.

Di Indonesia, BKSP yang nantinya akan menentukan tempat magang. Kalau otomotif, ya magang di industri otomotiv, atau kalau di elektronik jelas tempatnya di industri elektronik agar begitu selesai magang langsung dapat pekerjaan.

Sebagai bukti bahwa pekerja kita belum memiliki kompetensi, untuk pekerjaan konstruksi mal-mal, real-estate hampir semua didatangkan dari pulau Jawa  karena mereka punya ketrampilan yang lebih baik, sementara pekerja Manado harganya mahal dan kurang memiliki ketrampilan. “Samua mengaku kapala bas, tapi nyatanya kapala batu,” kata Ronny sembari tertawa lebar. Mereka yang memiliki sertifikat kompetensi kerja, pasti punya standar operasional prosedur (SOP). Indonesia banyak yang belum memiliki SOP karena belum memiliki kompetensi kerja. “Kita harus belajar dari Filipina karena negara tetangga itu rangking satu di Asia disusul Cina dalam hal kompetensi tenaga kerja,” katanya.  (mel)

March 15, 2008 Posted by | Judge | Leave a comment

Karinda: Manado Sangat Diuntungkan

 James Karinda

Konferensi Kelautan Dunia tinggal 13 bulan lagi akan digelar di Manado. Namun sektor pariwisata sepertinya belum menunjukkan geliat yang signifikan terutama dalam mempersiapkan program-program pariwisata yang bisa mendukung pelaksanaan WOC. Sebab bagaimanapun  kedatangan sekitar 3000 peserta termasuk para pemimpin Negara tidak hanya sekedar menggikuti WOC, tetapi juga bakal menikmati objek-objek wisata yang ada di Bumi Nyiur Melambai ini.

Sekretaris Komisi D Deprov Sulut, James Karinda, SH kepada SINERGY mewarning Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Utara untuk mempersiapkan segala sesuatu, baik itu penataan objek-objek wisata, mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang handal khususnya para pekerja hotel dan restoran sebagai etalase sektor pariwisata. “Jika pelayanan hotel dan restoran buruk, maka akan berdampak kurang baik bagi Sulawesi Utara sebagai tuan rumah WOC,” kata Ketua Fraksi PDIP Sulut yang kini sedang bertarung memperebutkan posisi Ketua DPC PDIP Kota Manado.

Sektor Pariwisata memang diandalkan untuk meraup keuntungan di masa yang akan datang. Sebab, paling tidak begitu mereka datang dan pulang, ada kesan yang baik sehingga mereka akan kembali dalam bentuk kunjungan wisata. Makanya sektor pariwisata sebagai etalase harus menata diri dengan baik.

Berbicara SDM di sektor pariwisata, menurut Karinda sudah semakin membaik, terutama di kalangan perhotelan. Para karyawan sudah dilatih melayani sesuai dengan kompetensi masing-masing, apalagi bagi kalangan manajer, semuanya sudah memenuhi syarat atau standar pelayanan yang prima.

Hanya saja yang menjadi kendala sekarang ini adalah pelayan restoran yang belum sepenuhnya siap menghadapi WOC. SDM yang ada masih perlu dilatih lagi bagaimana etika melayani yang baik sesuai standar international, apalagi  melayani tamu – tamu peserta WOC. ”Ini yang mengkhawatirkan sehingga perlu kepedulian dari Dinas Pariwisata,” kata James Karinda.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulut, Drs Edwin Silangen ketika ditemui Sinergy mengemukakan, pihaknya begitu peduli dengan upaya peningkatan SDM di lingkungan Pariwisata antara lain mengadakan pelatihan bagi karyawan restoran agar memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya. ”Pelatihan terus kami lakukan secara bertahap sehingga sektor Pariwisata boleh siap menghadapi WOC,” kata Silangen meyakinkan.
 
MANADO DIUNTUNGKAN

Seiring dengan program WOC oleh Pemprov Sulut,   Kota Manado sebenarnya paling diuntungkan terutama dalam mempersiapkan Manado Kota Pariwisata Tahun 2010 yang sudah dicanangkan Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi S.Sos. Sebab, dengan WOC semua infrastruktur jalan dan jembatan dipacu sehingga Manado sebagai tuan rumah mendapat keuntungan.

Makanya, koordinasi  antara Pemprov dan Pemkot sangat penting agar bisa mencapai tujuan bersama. Jangan justru Pemkot Manado seenaknya sendiri tanpa melakukan koordinasi dengan Pemprov. ”Koordinasi memang sudah berjalan, tetapi sebaiknya lebih ”mesra” lagi,” kata James Karinda.

Ia menjelaskan, dengan adanya WOC, sejumlah proyek-proyek penting terus digenjot antara lain perluasan jalan Bandara Sam Ratulangi, Jembatan Megawati, Manado Outer Ring Road II (Maumbi-Bengkol) dan Jembatan Ir. Soekarno serta proyek-proyek prestisus lainnya. Misalnya sejumlah hotel berbintang terus dibangun sehingga menambah jumlah kamar yang sangat memungkinkan mendukung Manado Kota Pariwisata Dunia 2010. ”WOC membawa multiplier effect, terutama pertumbuhan ekonomi karena masuknya proyek – proyek besar dibarengi dengan mengucurnya triliun rupiah ke Sulut. Kita harus dukung program ini, paling tidak menjaga keamanan bersama, menjadi tuan rumah yang baik,” kata Ketua Komisi D yang membidangi Pariwisata. (mel)   

March 15, 2008 Posted by | TrustNews | Leave a comment

SHS: Kontribusi Warga Jaga Keamanan

Logo WOC 2009

Banyak harapan bagi kemajuan daerah kita jika World Ocean Conference (WOC) 11-15 Mei 2009 terlaksana dengan baik di Manado. Setidaknya, multiplayer efect setelah hajatan internasional ratusan negara -negara yang memiliki laut bersidang bisa berdampak positif bagi perkembangan daerah kita secara keseluruhan.Demikian, sejumlah pengamat menilai setelah presiden SBY menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) WOC..

”Dengan terbitnya Keppres WOC semakin memperkuat posisi daerah kita di mata nasional dan internasional. Tentunya, setelah itu, banyak manfaat bagi kemajuan Sulut. Saya yakin, setelah acara berskala internasional itu dilaksanakan, daerah kita pasti booming,”kata pengamat politik dan pemerintahan daerah Drs Paulus Sembel. Ir Jufry Suak politisi muda dan Ir James S Soleiman pengusaha muda menambahkan, terbitnya Keppres WOC ini patut disyukuri, karena perjuangan membawa Bumi Nyiur Melambai bangkit dari keterpurukan mulai nampak. Tentunya kata keduanya, harus dibarengi dengan perbaikan sejumlah infrastruktur penunjang WOC seperti jembatan Soekarno, jembatan Megawati, jalan lingkar (ring-road) Manado, jalan menuju Bandara Samratulangi berikut renovasi bandara, serta lokasi-lokasi pariwisata.

“Jangan hanya terpaku pada Bunaken, tapi semua potensi wisata harus dikembangkan seperti air berwarna di danau Linow Lahendong. Sebab di Indonesia mungkin saja hanya dua danau seperti ini, yakni danau Kalimutu dan Linow. Ini potensi yang belum dioptimalkan,”terang Suak dan Soleiman. Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Drs Robby Mamuaja dalam kesempatan terpisah menambahkan, perbaikan sejumlah infrastruktur penunjang WOC sudah harus menjadi prioritas. Apalagi terangnya, terbitnya Keppres WOC ini dengan sendirinya banyak dana pusat akan dikucurkan. Sebab, panitianya melibatkan sejumlah menteri negara dan diback -up oleh Kabinet Indonesia Bersatu.

“Selain ditunjang dana pusat, tentunya daerah juga akan menganggarkannya sebagian dalam APBD, ini termasuk kabupaten dan kota se Sulut. Jadi semua infrastruktur penunjang diperbaiki. Yang pasti kita akan tampil sebaik mungkin karena ini membawa nama baik Indonesia dan khususnya Sulut,”katanya.

Diharapkannya, ada 3 hal yang perlu dilakukan sebagai wujud supporting masyarakat dalam iven internasional ini, yakni; jagalah keamanan dan ketertiban, kemudian berilah keramah-tamahan terhadap tamu, serta perhatikan kebersihan daerah kita. Bagaimana mungkin WOC sedang digelar di Manado sementara di Motoling ada orang baku potong. Ini menjadi citra yang baruk bagi Sulut sehingga jangan harap mereka akan kembali lagi dalam kunjungan wisata,” Gubernur Sarundajang pada setiap kesempatan. (ms)

March 15, 2008 Posted by | TrustNews | Leave a comment

Sambut WOC, LANUD SRI Siagakan Keamanan

Daerah Sulawesi Utara pada umumnya, dan Manado pada khususnya banyak sekali menggelar iven berskala nasional, dan internasional, seperti pertemuan, pertandingan olahraga, konferensi, seminar, pameran dan lain-lain. Bahkan pada tahun 2009 nanti, Manado akan menjadi tuan rumah konferensi dunia tentang kelautan atau lebih populer dengan WOC (World Ocean Conference).

Maka tak berlebihan kalau dikatakan Sulawesi Utara memiliki konstribusi positif dan strategis terhadap bangsa dan negara Indonesia sehingga daerah ini sangat mungkin sekali untuk dijadikan sasaran aksi tindak kejahatan dan aksi terorisme.

Salah satu pintu masuk ke Sulawesi Utara dari dalam dan luar negeri yang sering digunakan adalah memanfaatkan transportasi udara yaitu dengan menggunakan penerbangan, sementara hanya ada satu fasilitas pendukung penerbangan di wilayah ini yaitu Bandara Sam Ratulangi Manado.

    Untuk mengantisipasi dan merespons terhadap kemungkinan terjadinya tindakan kejahatan ataupun terorisme serta untuk menjaga stabilitas keamanan dalam lingkup penerbangan di wilayah Sulawesi Utara pada khususnya dan wilayah operasi Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi ada umumnya pada masa yang akan datang,  maka dilakukan upaya-upaya kongkrit. Salah satunya adalah melaksanakan Aviation Security Risk Management Workshop (ASRMW) di lingkungan TNI, Polri, Instansi Pemerintah dan Instansi Sipil sehingga dapat diimplementasikan di wilayah operasional yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada masa kepemimpinan Letkol PNB Arif Mustofa sebagai Komandan Lanud SRI. Arif Mustofa sendiri kini sudah dipromosikan ke Makassar Sebagai Kepala Dinas Operasi.

Sementara pengganti Mustofa adalah Letkol Pnb Bambang Wijanarko berjanji akan meneruskan apa yang sudah diprogramkan.

Latar Belakang

1. Dilaksanakannya kegiatan ASRMW di Lanud SRI dilatar belakangi oleh undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI menyebutkan bahwa tugas – tugas TNI dilaksanakan melalui Operasi Militer untuk perang dan Operasi Militer selain perang.

Beberapa tugas – tugas yang diamanatkan dalam Operasi Militer selain perang adalah operasi dalam rangka mengatasi aksi terorisme, mengamankan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarganya, membantu tugas pemerintahan di daerah, membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang, mengamankan tamu negara setingkat Kepala Negara dan perwakilan asing yang sedang berada di Indonesia, dan membantu pemerintah untuk pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perampokan dan penyelundupan.

    Lanud Sam Ratulangi merupakan satuan pelaksana Operasi di jajaran Koopsau II harus mampu melaksanakan tugas-tugas tersebut, sehingga perlu diadakan upaya – upaya untuk merealisasikannya.

2. Hal ini juga seiring dengan program pemerintah Daerah Sulawesi Utara tentang World Ocean Conference (Konferensi Kelautan Tingkat Dunia), telah disetujui Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa – Bangsa, akan dilaksanakan di Manado pada tanggal 11 s/d 15 mei 2009 dengan peserta diperkirakan lebih dari 3.000 orang perwakilan dari seluruh dunia, sangat memerlukan kondisi keamanan yang stabil.

3. Seringnya Sulawesi Utara pada umumnya dan Manado pada khususnya dijadikan tempat untuk melaksanakan kegiatan yang berskala Nasional dan Internasional sehingga diperlukan kondisi keamanan yang stabil.

4. Program Pemerintah Daerah yang lain adalah Tomohon Flower Festival Tahun 2008 dan pencapaian Kota Manado Kota Pariwisata Dunia Tahun 2010, keberhasilan tujuan ini sangat membutuhkan modal dasar utama yaitu kondisi keamanan yang baik.

Menurut Mustofa, kegiatan ini mengambil thema: Melalui ASRM, kita wujudkan semangat kepedulian dan kerjasama yang terpadu dalam rangka meningkatkan kondisi stabilitas keamanan penerbangan di wilayah Operasi Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi pada masa mendatang. Sedangkan tujuan yang akan dicapai adalah mensosialisasikan ASRM bagi para peserta dari masing-masing istansi, dalam rangka mengatasi terjadinya gangguan keamanan penerbangan, mengantisipasi dan merespons/mengatasi terhadap kemungkinan berbagai ancaman yang diperkirakan akan terjadi di wilayah Operasi Lanud Sam Ratulangi pada masa mendatang.

Sasaran Workshop

a.  Mendapatkan gambaran tentang potensi ancaman dan gangguan keamanan penerbangan di wilayah Operasi Lanud Sam Ratulangi pada khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya.

b.  Meningkatkan kepedulian kepada para peserta tentang pentingnya keamanan penerbangan dan ASRM.

c.  Termotivasinya para peserta  untuk berperan serta dalam meningkatkan kondisi stabilitas keamanan dan ikut serta dalam mensosialisasikan ASRM di lingkungan kerja masing-masing.

Materi Workshop

a. Aviation Security Back Ground Global Structure and Most  Recent Developments.

b. ICAO Regulatory Framework.

c. ICAO Universal Security Audit Program.

d. National Aviation Security and Quality Programs.

e. Threat Path Management.

f.  Bomb Threats, Risk Assessments and Crisis Management.

g. Response to Acts of Unlawful Interference.

h. Security Surveys and Inspections.

i.  Disruptive and Unruly Passengers.

j.  VIP Security and Passenger Profiling.

k. Crime and Civil Aviation.

l.  Views Tansportation Safety Administration (TSA)/   Department of Homeland Security (HDS) on Global Aviation Security.

Guna mencapai sasaran yang diinginkan, tampil sebagai pembicara masing-masing:

Lekol Pnb Arief Mustofa dan Mr. Frank Van Paasschen  (Independent consultant and lecturer at the Geneva based Airport Council International (ACI)’s Global Safety Network Training Programme, member of International Air Transport Association (IATA) in Geneva and administrator of the IATA Standard Ground Handling Agreement).

Sedangkan peserta sesuai rencana berjumlah 142 orang, namun pada pelaksanaannya  justru yang hadir mencapai 157 orang.  Instansi yang mengikuti kegiatan ini antara lain Perwakilan Mabes AU 1 orang, Perwakilan Koopsau II 1 orang, Lanud Sam Ratulangi 34 orang, Korem 131/STG dan jajarannya 10 orang, Lantamal VIII dan jajarannya 6 orang, Polda Sulut dan jajarannya 10 orang, BIN Suluttenggo 2 orang, PAP I Manado 15 orang, PT. Gapura Angkasa 14 orang, Protokoler Gubernur 4 orang, Sekda Propinsi Sulut 4 orang, Kabankesbang Propinsi Sulut 2 orang, Kanwil Perhub Udara Propinsi Sulut 4 orang, Bea Cukai Manado 2 orang, Imigrasi Manado 2 orang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa 2 orang, Pemkab Minahasa Utara 2 orang, Pemkab Minahasa Selatan 2 orang, Pemkab Minahasa Tenggara 2 orang, Pemkab Bolaang Mongondow 2 orang, Pemkab Bolaang Mongondow Utara 2 orang, Pemkab Sangihe 2 orang, Pemkab Talaud 2 orang, Pemkab. Sitaro 2 orang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon 2 orang, Pemkot Manado 2 orang, Pemkot Bitung 2 orang, Pemkot Kota Kotamobagu 2 orang, PT. Garuda Indonesia 2 orang, PT. Lion Air 2 orang, PT. Batavia Air 2 orang, PT. Wings Air 2 orang, PT. Sriwijaya Air 2 orang, PT. Trigana Air 2 orang, PT. Merpati Airline 2 orang, perwakilan Silk Air Manado 2 orang, perwakilan Airfast Manado 2 orang, dan Pertamina Manado 2orang.

Hasil Yang Dicapai

Hasil yang dicapai dari kegiatan ASRMW di Lanud Sam Ratulangi sebagai berikut :

a. Para peserta telah mendapat gambaran tentang potensi ancaman dan gangguan keamanan penerbangan di wilayah operasi Lanud Sam Ratulangi pada khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya.

b. Tersosialisasinya ASRM di lingkungan TNI, Polri, Instansi Pemerintah dan Instansi Sipil, sehingga diharapkan tidak menjadi kendala dalam mengatasi permasalahan keamanan penerbangan dan juga terhindarinya salah pengertian serta hubungan yang kurang harmonis antar Instansi.

c. Para peserta telah memahami pola perencanaan dan implementasi pelaksanaan penanganan permasalahan keamanan penerbangan sehingga diharapkan tidak menimbulkan kerancuan dalam pelaksanaannya.

d. Para peserta telah dibekali pola penanganan terhadap permasalahan keamanan penerbangan sehingga diharapkan penanganan terhadap permasalahan keamanan penerbangan menjadi lebih cepat dan tepat serta kerugian materil maupun personil dapat dihindari.

e. Tersinergynya penanganan terhadap tindakan pencegahan dan mengatasi permasalahan keamanan penerbangan antara TNI, Polri, Instansi Pemerintah serta Instansi Sipil, yang akan ditindak-lanjuti secara nyata dengan aplikasi di Bandara Sam Ratulangi dan Bandara di wilayahnya masing-masing.

f.   Adanya kesepakatan untuk membuat Rencana Tindakan Awal untuk menghadapi keadaan darurat dalam hal keamanan penerbangan antara TNI, Polri dan Instansi Pemerintah serta Instansi Sipil (Non Contingency Plan) yang dapat dijadikan acuan dalam menangani permasalahan akibat terjadinya gangguan keamanan penerbangan di wilayahnya masing-masing.

g. Tumbuhnya pengetahuan dan pemahaman tentang ASRM dan para peserta akan melaksanakan sosialisasi di lingkungannya masing-masing.

h. Timbulnya keinginan dari para peserta untuk mengadakan kegiatan ASRM yang berskala Nasional dan dilaksanakan di Manado tahun 2009.

Dari kegiatan Aviation Security Risk Management Workshop yang telah dilaksanakan di Lanud Sam Ratulangi mulai tanggal 10 sd 12 September 2007 dapat diambil kesimpulan secara umum yaitu telah tumbuhnya semangat kepedulian dan kerjasama yang terpadu di lingkungan TNI, Polri, Instansi Pemerintah dan Instansi Sipil dalam rangka meningkatkan kondisi stabilitas keamanan penerbangan diwilayah operas2zi pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, hal ini terbukti dengan adanya keinginan dari para peserta untuk menindak lanjuti hasil Workshop tersebut dengan aplikasi nyata di lapangan dan juga keinginan untuk mengadakan workshop serupa dengan skala nasional yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. (SRI/meldi)

March 15, 2008 Posted by | TrustNews | Leave a comment

WOC Populer Sampai Pelosok Desa

          Sejak ide menggelar WOC di Manado digulirkan Gubernur SH Sarundajang, masyarakat Sulut seolah-olah terhipnotis. Tak heran dukungan terus mengalir dari semua lapisan masyarakat. Memang ada yang bernada agak pesimis, tetapi sebagian masyarakat optimis bahwa WOC akan membawa berkah bagi warga Bumi Nyiur Melambai.

Masyarakat dunia memang dibuat terperangah atas pemaparan Gubernur Sarundajang karena isu yang diangkat adalah masalah laut dan perubahan iklim global. Makanya negara-negara yang konsen dengan laut sangat tertarik sehingga ada satu lembaga LSM dunia yang akan membahas tentang WOC di Vietnam.

Sukses Sulut makin lengkap setelah pemerintah pusat mengeluarkan Keppres No 23 tahun 2007 sebagai bukti dukungan kongkrit. Bahkan dana yang akan digunakan pun dipasok dari pusat. “Daerah hanya mengeluarkan dana sedikit,” kata Gubernur SH Sarundajang kepada wartawan.

Sehubungan dengan WOC yang tinggal 12 bulan lagi, Sulut harus benar-benar siap. Sebab tamu-tamu international itu harus mendapat pelayanan standar international, termasuk di bidang kesehatan. “Tamu-tamu international  akan lihat fasilitas kesehatan bertaraf international. Makanya akan dibangun rumah sakit  bertaraf international,” kata Deisy Mantiri, Wakil Sekretaris  Panitia WOC 2009.

Bukan hanya itu, Sulut masih memiliki satu tahun lagi waktu untuk membenahi SDM terutama kalangan perhotelan dan restoran, para sopir taksi untuk menjadi tuam rumah yang baik. “Selama ini warga merasa tarif sopir taksi mahal dari bandara ke Manado. Sebenarnya cukup 50 ribu saja, bukan Rp 75.000,” katanya.

Begitu juga dengan sektor pariwisata,  perlu dibuatkan paket wisata kuliner misalnya,  menonjolkan kain Bentenan yang menjadi ciri khas daerah Sulut, kelapa dalam varietas Mapanget dan Tenga  yang kini menjadi andalan untuk meningkatkan produksi kelapa di Sulut.

Bahkan sesudah conference, panitia akan menggelar sebuah acara istimewa berupa exclution untuk menawarkan trade-trade yang menguntungkan, trip-trip wisata dan lain-lain. “Kami sudah koordinasi dengan pihak PHRI, travel. Makanya kami berharap ada pelaku  usaha masuk Sulut untuk mendukung WOC,” katanya seraya menambahkan, pemerintah akan memberikan kemudahan, fasilitas. Industri kecil juga akan bergairah karena dampak ekonomi yang ditimbulkan dari perhelatan bertaraf international ini.

Kepala Dinas Infokom, AJ Tumengkol menjelaskan, pihaknya sudah melakukan soialisasi WOC sampai ke desa-desa agar mendapat dukungan semua lapisan mayarakat dengan mengandalkan satu unit kendaraan dari Departemen Kominfo. Infokom membentuk tim khusus sosialisasi WOC sehingga tante – tante dan oom-oom  di seluruh pelosok sekarang tahu apa itu WOC.

Menurutnya, WOC adalah langkah awal. Bahkan sekarang sudah ada manfaat dengan mengucurnya dana triliun rupiah dari pusat untuk persiapan WOC tahun 2009 yang pada gilirannya mampu menyerap tenaga kerja. “Ini juga promosi gratis bagi Sulut di mata international sehingga akan datang banyak orang sebagai wisatawan,” katanya.

Diakui WOC memang hanya sebuah konferensi dunia kelautan, tetapi masyarakat diminta untuk menunjang dari segi keamanan dan ketertiban, kebersihan serta meningkatkan SDM. “Kita jangan jadi tamu di daerah sendiri. Pariwisata bisa dijual dengan kearifan lokal yang menarik minat para turis mancanegara,” katanya.

Sementara Dinas Perindag Sulut melalui Kadis Perindag Sulut, Gemmy Kawatu, SE bertekad untuk mendukung WOC. “Kami akan mendesain produk-produk kerajinan lokal untuk souvenir para wisatawan ,” tambahnya.(meldi)  

March 15, 2008 Posted by | TrustNews | Leave a comment

Mata Dunia Tertuju di Sulut

 

 SH Sarundajang

Upaya dan kerja keras Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang (SHS) memperjuangkan pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 di Sulut, membuahkan hasil maksimal. Malah lembaga PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) secara resmi telah menyatakan dukungan sekaligus menyetujui pelaksanaan WOC 2009 di Sulut. Ini suatu hal yang sangat luar biasa. Kedatangan SHS di Amerika Serikat tidak sia-sia, sebab PBB dihadapan gubernur dan perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan RI telah menyatakan dukungannya akan pelaksanaan iven internasional yang dipastikan digelar di Kota Manado Mei 2009 mendatang. Sebagai bentuk dukungannya, PBB telah membuka sejumlah akses internasional guna memuluskan proses promosi iven yang nantinya akan membahas tentang keselamatan bumi dalam menanggulangi pemanasan global yang terus terjadi peningkatan secara signifikan. Selain itu, PBB juga sempat menekankan soal sistem keamanan di Indonesia (Manado) menjelang hingga usai pelaksanaan WOC, karena keamanan merupakan salah-satu faktor penentu sukses tidaknya iven ini.

“Saya optimis masyarakat bersama-sama aparat keamanan di Indonesia akan mendukung sepenuhnya iven ini, sebab selain menguntungkan pemerintah, masyarakat Indonesia juga dipastikan akan mendapat keuntungan besar dari pelaksanaan WOC ini,” kata Sarundajang dalam acara pertemuan komite pengarah Global Forum on Oceans, Coast and Islands di New York, WOC 2009 disepakati untuk disosialisasi ke seluruh dunia. Dalam pembahasan disebutkan bahwa WOC 2009 merupakan rangkaian kegiatan Global Forum on Oceans, Coasts and Islands, dan akan disosia-lisasikan kepada seluruh stakeholders kelautan dan perikanan dunia. Demikian pula telah dibahas beberapa tema penting yang akan menjadi agenda dalam setiap pertemuan kelautan selama periode 2007-2016, di mana tema WOC2009 menjadi bagian di dalamnya. Hal itu dikemukakan Peneliti Senior di Departemen Kelautan dan Perikanan, Dr Tonny Wagey yang turut mendampingi Sarundajang di AS. Pada bulan April 2008 mendatang, Global Forum on Oceans, Coasts and Islands akan menyelenggarakan pertemuan 4th Global Conference on Oceans, Coasts and Islands di Hanoi, Vietnam. Hasil-hasil dari pertemuan ini akan disampaikan dalam forum pimpinan-pimpinan negara yang akan hadir pada WOC 2009 di Manado. Menariknya, selain Global Forum on Oceans, Coasts and Islands yang merupakan co-organizer WOC 2009, dukungan telah diberi-kan oleh organisasi seperti APEC, UNEP, UN-Habitat, dan melalui kerjasama bilateral dengan Australia, Canada dan Jerman. Malah dalam waktu dekat, Manado akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan per-temuan 1st East Asian Seas Partnership Meeting dan APEC Fisheries and Marine Resource Conservation Working Groups meeting untuk membahas implementasi dokumen Bali Plan of Action. Gubernur Sarundajang telah membahas rencana pertemuan APEC Fisheries and Marine Resource Conservation Working Groups meeting dengan Dr Lori Ridgeway (Lead Shepherd atau Koordinator APEC Fisheries Working Group, yang juga adalah Direktur Jenderal Kerjasama Internasional dan Kebijakan Kelautan, Dept Fisheries and Ocean, Kanada).(*/ms)

March 15, 2008 Posted by | TrustNews | Leave a comment

Usoh Laris Manis, Pontoh Kian Berani

U NiJi dan ibu HeppySuhu politik di Kabupaten baru, Minahasa Tenggara  menjelang Pilkada yang nantinya akan dilaksanakan Agustus 2008 mendatang kian memanas saja. Ini dipicu oleh munculnya tokoh-tokoh populer dan figur-figur dadakan yang bakal meramaikan proses Pilkada di Mitra.

Nama-nama bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati kian berani saja mengumbar janji untuk merebut hati masyarakat. Bahkan politik uang dan sembako tak bisa dihindari karena belajar dari pengalaman Pilkada di beberapa daerah, hati nurani masyarakat masih sebatas sembako. Hati nurani dapat dibeli dengan uang dan sembako, sehingga jurus inilah yang kini sedang dimainkan sejumlah calon yang memiliki dana cukup.

Tetapi harus diingat oleh masyarakat Mitra, Sitaro, Bolmut dan Kota Kotamobagu yang akan menggelar pesta demokrasi, bahwa seseorang yang meraih kekuasaan dengan uang, pasti akan menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan uangnya kembali.

Tidak heran kalau ada calon yang sudah mengeluarkan uang ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk kepentingan sosialisasi, padahal proses Pilkada saja belum dimulai. Bahkan perangkat yang akan melaksanakan Pilkada saja masih belum jelas terutama soal pendanaan. 

Tensi politik lebih panas lagi setelah penjabat bupati Mitra Drs Albert Pontoh melakukan manuver-manuver politik yang membuat panas telinga para kandidat.  Betapa tidak, setelah sukses memboyong para hukum tua, lurah dan camat ke Yogyakarta dan Jakarta dengan embel-embel studi banding,  pada Senin lalu, bertepatan dengan pelantikan Bupati Minahasa Drs Vreeke Runtu dan Drs Jantje Sajow, penjabat bupati Mitra justru mengumpulkan para hukum tua untuk membuat pernyataan mendukung pencalonannya sebagai bupati pada Pilkada mendatang. Tetapi bagi mantan Sekdakab Minahasa Drs NJ Usoh, Msi apa yang dilakukan oleh penjabat bupati sah-sah saja. ”Asal aturan tidak dilanggar ya…beri kesempatan kepada Albert Pontoh berbakti di Mitra, ” jelas Usoh saat hadir di acara pelantikan Bupati Minahasa.

Sementara kandidat bupati wanita Telly Tjangkulung yang mengaku memiliki dukungan luas sampai ke daerah pelosok kian percaya diri untuk maju. Kendati ada penolakan-penolakan dari kalangan  tertentu, yang pada saatnya nanti akan diungkap oleh para pesaing dalam pertarungan nanti. “Telly memang banyak dukungan,” kata, NJ Usoh, MSi. Tapi semuanya terpulang pada masyarakat yang akan menentukan pemimpin Mitra ke depan.

Kandidat lain yang kini terus maju adalah Drs NJ Usoh, MSi mantan birokrat berpengalaman yang tidak melakukan kesalahan berarti selama menjadi  Sekdakab Minahasa. Usoh kini menjadi idola semua kalangan karena figur yang rendah hati dan dekat dengan rakyat serta memiliki karisma. Buktinya biar pidato berjam-jam, orang yang mendengar tidak akan pernah bosan.

Sejak didorong untuk maju, Usoh banyak mendapat tawaran dari figur-figur papan dua yang ingin berpasangan. Ada yang menyatakan siap secara financial asalkan berpasangan dengan Usoh. Namun sampai sekarang ini Usoh belum mau menanggapi karena partai yang akan digunakan saja belum jelas. Saat ini masih sementara menunggu survey dari sebuah lembaga independen yang digunakan Partai Golkar. “Saya belum bisa banyak komentar. Kita tunggu hasil survey dulu,” kata Usoh yang secara pribadi mendapat dukungan dari Bupati Minahasa Drs Vreeke Runtu.       

Ada juga yang mencoba untuk memasangkan Usoh dengan Telly Tjangkulung. Tapi lagi lagi Usoh belum bisa berkomentar. “Terima kasih atas dukungannya. Tetapi kita harus melihat kendaraan partai politik mana dulu yang akan mengusung,” katanya. 

Namun yang pasti, figur Usoh kini sedang laris manis dan laku untuk dijual. Buktinya dari bocoran hasil sementara survey dari lembaga independen di beberapa desa, Usoh menempati rangking teratas. Di Desa Wioy dan Pangu yang dikenal penghasil buah salak di Kecamatan Ratahan misalnya, Usoh meraih 100 persen dari responden dan desa Tosuraya 75 persen. Sementara di Desa Tumbak yang notabene warga muslim,  Usoh meraih 100 persen juga.’‘Saya belum tahu desa-desa lain,” katanya merendah.

Meski demikian, Usoh yang mantan Pembantu Bupati Wilayah Ratahan tidak ngotot di papan satu jika realitas politik menghendaki ia harus meluncur di papan dua, tergantung siapa papan satu. “Semua kemungkinan bisa saja terjadi, tergantung kondisi dan realitas politik yang ada,” ungkapnya.

Selain Tjangkulung masih ada juga calon bupati yang menjadi pendatang baru. Ia adalah seorang pengusaha sukses yang berdomisli di Tombatu, Heppy Rumbai juga ingin berpasangan dengan NJ Usoh karena dianggap figur yang laku untuk dijual. Sejatinya, jika Ratahan, Tombatu dan Belang bersatu, maka Pilkada Mitra so selesai.

Jeremia Damongilala yang tadinya ngotot di papan satu, juga kini rela meluncur di papan dua dan mendaftar di PDIP Mitra. Ia dikabarkan akan berpasangan dengan Telly Tjangkulung atau Deitje Mawuntu yang konon siap mengucurkan dana miliaran rupiah untuk menyukseskan Pilkada. “Ada calon yang rela  mengucurkan dana  Rp 21 miliar untuk Pilkada Mitra. Ini hebat, Pilkada DKI Jakarta saja calon hanya mengeluarkan Rp 35 miliar dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta. Sementara Mitra hanya 70an ribu pemilih,” kata Roy Tangkudung, Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ketika menerima tim dari PDIP Mitra di Hotel Granpuri belum lama ini. (mel)

 

March 15, 2008 Posted by | Personal | Leave a comment

STOP KAMPANYE BIBIR GANTI BUDAYA

Salah satu yang menjadi kepedulian Benny Mamoto alias Benito  adalah bagaimana menghilangkan kesan bahwa Kota Manado sebagai kota tujuan wisata seks di Indonesia. “Kalau wisatawan sudah ada dalam pikirannya bahwa di Manado akan mudah mencari sosok wanita penghibur, maka ini adalah awal kehancuran. Ujung-ujungnya kita tahu yakni terjangkit penyakit mematikan HIV/AIDS.”

Bagaimana mungkin Kota Manado akan jadi Kota Pariwisata Dunia 2010 kalau HIV/AIDS sudah mewabah? Benito prihatin.

Sebuah kampanye ’negatif’ tentang Kota Manado adalah slogan 3 B yaitu Bunaken, Bubur dan Bibir. Sekarang ditambah dengan Boulevard. Tidak tahu dari mana asal muasalnya Bibir menjadi salah satu dari slogan 3 B.

Banyak fakta menunjukkan di hampir semua tempat hiburan  baik di Bali, Jakarta, Batam, Kaltim, Maluku dan Papua, performa cewek asal Manado/Sulut cukup memikat para lelaki hidung belang.

Memang cewek-cewek Manado/Minahasa terkenal molek, putih mulus dan ini dia, agresif dalam urusan percintaan. Dalam satu sisi, ini positif, namun di sisi lain, menjadi negatif tatkala cewek Manado yang genit, penggoda. Dan dari sinilah awalnya populernya salah satu B yakni Bibir. Dipersonifikasikan sebagai cewek yang mudah ’diajak’. Padahal pandangan pukul rata seperti itu telah merugikan citra positif cewek Manado pada umumnya.

    Buntut-buntutnya, pariwisata  Manado mereka kaitkan dengan ’Bibir’ atau cewek  Manado. Jadi mau apalagi. Akibatnya masalah trafficking di sini menjadi problema  besar. Kendati peraturan daerah tentang pelarangan penjualan wanita asal Sulawesi Utara sudah ada sejak tahun 2004, tokh kasus penjualan wanita Manado ke Bali, Jakarta, Batam, Kaltim, Maluku dan Papua tetap marak.

Disinilah hati nurani Benito terusik. Lelaki energik dan cerdas ini pun berupaya mengganti Bibir Manado menjadi persepsi positif. Yaitu B yang diartikan sebagai Budaya Manado/Minahasa/Sulut. Benito mengajak semua pihak mengkampanyekan  B sebagai budaya dan perlahan tapi pasti menghilangkan citra B sebagai bibir.

“Mulailah sekarang kita kampanyenya: STOP BIBIR GANTI BUDAYA. Sebab, bibir memiliki punya kesan yang kurang baik. Maka, citra atau image bagi kalangan wisatawan yang datang  ke Manado untuk mencari wanita penghibur yang cantik-cantik tapi gampangan, akan sirna.

    “Media yang ada di Manado seperti Sinergy harus memulainya untuk KAMPANYE STOP BIBIR GANTI BUDAYA,” imbau Benito mengakhiri pembicaraan bersama Kumtua Sulut Bosami Network Joseph Karamoy, Dave Pijoh dan Christy Manarisip di Restaurant Cilantro (Lantai 46, Wisma 46-Kota BNI, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta) beberapa waktu lalu. (Adlin)

March 15, 2008 Posted by | Personal | Leave a comment