Menyalakan Lilin Di Kegelapan
Mungkin kita pernah mendengar-bagi kalangan Investor keuangan tentu sering-berita tentang kerugian seseorang yg “mengadu nasib” dengan berinvestasi pada valuta asing (valas). Gampangnya, investasi pada valas ini adalah kegiatan jual-beli mata uang asing (hard currencies, seperti dollar AS, Yen, Poundsterling, Franc Swiss dan Euro). Keuntungan dan kerugian pada investasi ini terletak pada perubahan nilai tukar (kurs) antar mata uang. Misalnya investor A membeli YEN dengan dollar AS-nya dan investor berhasil menjual. Investor ini akan memetik keuntungan jika kurs Yen menguat terhadap dollar AS dan investor berhasil menjual. Sebaliknya kerugian akan diderita jika terjadi sebaliknya, kurs Yen malah melemah terhadap dollar AS.
Namun yang menyedihkan kerugian itu bukan akibat ketidakpiawaian investornya dalam menganalisis pergerakan kurs mata uang, melainkan bermasalah dengan broker atau pialang Valas. Yang paling menyakitkan uang yg sudah dideposit di rekening broker, amblas dibawa kabur broker. Kalau sudah begini sulit untuk mengadukan masalah ini. Sebab ketika marketing executive yg menawarkan produk ini kepada investor ditanya, mereka pun tidak tahu menahu mengapa Perusahaannya tiba-tiba gulung tikar. Padahal sebelumnya marketing executive ini begitu meyakinkan membeberkan bahwa Perusahaannya memiliki modal kuat (tidak mungkin bangkrut), menempati kantor yang megah di kawasan elit dan investornya pasti untung. Kalaupun sedikit beruntung tidak mendapat kenyataan yang paling pahit ini. Keuntungan yang diiming-imingi oleh marketing executive sepertinya mustahil bisa didapat investor. Pasalnya sebelum memetik keuntungan dalam transaksi, investor sudah dibebani berbagai Fee yang menyebabkan kalaupun mendapatkan keuntungan, keuntungan itu akan habis dimakan Fee. Fee tersebut biasanya terdiri transaction fee, bunga (jika menginapkan transaksi) dan Spread (perbedaan) kurs rupiah terhadap dollar AS ketika investor memulai transaksi dan ketika menarik kembali investasinya dalam rupiah. Ini belum lagi ditambah dengan kondisi dimana hanya broker yang tahu persis kurs yang sebenarnya.
Untuk menghindari hal-hal yang merugikan investor itu, buku Forex Online Trading ini cukup mambantu. Pasalnya buku ini memuat bab-bab yang cukup lengkap mengenai seluk beluk investasi forex(foreign exchange/valas) : mulai dari Dasar-dasar berinvestasi, Peraturan yang harus ditaati semua pihak (terutama perusahaan Broker Valas), Mekanisme Transaksi, Teknik menganalis sampai Manajemen Resiko. Disamping lengkap, buku ini masih dilengkapi CD yang berisi Tutorial transaksi valas, demo transaksi, dan bertransaksi langsung ke sebuah perusahaan broker valas. Kalaupun judulnya dibuat provokatif, namun isinya tidaklah seperti kejadian yang diceritakan di awal tulisan ini, yaitu hanya manis janjinya (judulnya). Judul itu Cara Gampang Cari Duit Dari Rumah, FOREX ONLINE TRADING, Tren Investasi Masa Kini nampaknya memang sengaja guna mendekatkan dengan pembaca, terutama pembaca awam. Selain juga penerbitnya yang memang cenderung memilih judul-judul yang bersifat know how.
Kelebihan lain buku ini mudah difahami, sebab, ditulis dengan bahasa yang sederhana dan dengan gaya bertutur. Sehingga meskipun buku ini memuat informasi tentang hal-hal yang rumit, seperti ubahnya kita membaca koran. Ini mungkin disebabkan salah satu penulis berlatar belakang wartawan. Memang kolaborasi para penulisnya yang berlatar belakang praktisi, akademisi dan wartawan telah membuat buku ini bagaikan menyalakan lilin di kegelapan, mampu menerangi orang-orang yang ingin berjalan (dalam hal ini mampu menerangi orang yang berminat berinvestasi pada Valas).
Sayangnya, meski sudah memuat secara lengkap bab-bab yang berhubungan dengan investasi Valas, namun masih kurang komprehensif. Informasi yang disajikan belum mencapai detail, sehingga benar-benar meyakinkan untuk dijadikan pegangan. Barangkali ini merupakan edisi pertama, sehingga ada kemungkinan akan dilengkapi di edisi berikutnya. Kelemahan lain yang cukup mengganggu adalah banyaknya kesalahan cetak, meskipun tidak menjadikan fatal.
Namun, sebagai panduan awal buku ini sudah sangat membantu, sesuai dengan pengibaratan seperti menyalakan lilin di kegelapan. Mudah-mudahan nanti bisa menjadi obor.
Oleh: Wahyuari
(Ulasan Buku Best Seller – Forex Online Trading Tren Investasi Masa Kini)
TONDEGESAN SENTRA BALACAE
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, Ir. Aburizal Bakrie, September 2006 lalu telah meresmikan Desa Tondegesan dan Kawangkoan sebagai Sentra Balacae untuk wilayah Indonesia Timur, di Balacae Center Kawangkoan. Menindaklanjuti kepercayaan Pemerintah Pusat ini, Pemkab. Minahasa telah menambah sekitar 20 ribu hektar lahan yang siap untuk budidaya Balacae. Hamparan ini terletak di Wilayah Tonsea sampai ke wilayah perkebunan Langowan-Kakas dan pantai Timur Minahasa.
Bupati Kabupaten Minahasa, Drs Vreeke Runtu saat ditemui Tabloid SINERGY beberapa waktu lalu di Wale ne Tou Minahasa, menjelaskan, crash program Pemkab Minahasa ini sebagai langkah antisipasi program Pemerintah Pusat dalam hal energi alternatif, yaitu BIO-DIESEL. Bahan Baku Nabati merupakan solusi terbaik terhadap krisis minyak bumi yang semakin langka. Langkah ini tentu bermaksud mewujudkan masyarakat Minahasa ke depan sebagai warga negara yang Mandiri, Sejahtera dan Demokratis. Hal ini sejalan dengan Visi Masyarakat Minahasa yang akan datang dalam era globalisasi, otonomisasi, dan demokratisasi. Visi masyarakat Kabupaten Minahasa ke depan tersebut, diantaranya, mewujudkan masyarakat yang menjunjung tinggi supremasi hukum. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan, sehat, jujur, dan berorientasi prestasi dengan berpedoman pada budaya “Sitou Timou Tumou Tou”. Kemudian, memanfaatkan teknologi untuk pembangunan daerah yang lebih kompetitif dan berwawasan lingkungan.
Selain itu, masyarakat Minahasa juga memiliki visi membangun ekonomi kerakyatan melalui diversifikasi basis perekonomian daerah dengan mengembangkan industri berbasis pertanian. Yang terakhir, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi wisata serta sumberdaya pendukung. Terobosan mengantisipasi kelangkaan dan mahalnya harga BBM ini, kata Runtu, harus dilakukan antara lain dengan pengembangan biodisel minyak kelapa pengganti solar atau dengan membudidayakan Balacae atau dalam bahasa latin disebut Jatropha Curcas L.
Saat ini, Kabupaten Minahasa mengusahakan mengembangkan Tanaman Jarak Pagar ini pada sedikitnya 5 ribuan hektar lahan di kawasan Pantai Timur Minahasa dari target 20 ribu hektar lahan siap pakai. “Tahun 2006 lalu, penanaman sudah terealisasi sekitar 90-an hektar, sedangkan untuk 2007 ini diprediksikan, tanaman jarak pagar akan menghasilkan empat tangki minyak jarak,” kata SVR, singkatan dari Stevanus Vreeke Runtu.
Pemerintah Pusat melalui Keputusan Presiden Nomor 10 tahun 2006, telah pula dibentuk Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati yang diketuai Menko Kesra Aburizal Bakrie dengan Ketua Harian Ir Al Hilal Hamdi. Para anggotanya mencakup semua instansi terkait atau Interdep, termasuk Pertamina dan PLN. Pembentukan Timnas P-BBN ini, boleh jadi sebagai bentuk ‘kemarahan’ Presiden Susilo Bambang Yudhojono, yang menilai bahwa Keppres dan Inpres sejenis yang dikeluarkan sebelumnya, yaitu Kepres Nomor 5 tahun 2005 dan Inpres Nomor 1 tahun 2006 belum ada action yang jelas.
Bagi masyarakat Minahasa dan Sulawesi Utara pada umumnya, tanaman potensil dari sisi ekonomi dan berpeluang mengatasi pengangguran serta kemiskinan itu, balacae bukanlah tanaman baru. Di sini warga hanya memakai daunnya, itupun untuk penurun suhu badan. “Padahal, balacae sudah lama dikenal di Minahasa, bahkan sejak jaman penjajahan Jepang, warga sudah menanamnya. Bijinya diperas dan dijadikan minyak untuk kebutuhan pesawat Jepang,” ujar Ketua Himpunan Petani Jarak Pagar Sulawesi Utara Peter Willar, mengutip penuturan tua-tua kampung yang ditemui di Kema, Minahasa Utara dan tempat lainnya.
Persoalannya sekarang, kata Peter, warga Minahasa dan Sulawesi Utara tidak atau belum diberikan tambahan pengetahuan tentang aneka manfaat balacae, tatacara pembenihan, budidayanya. Akibatnya, jutaan pohon balacae yang sudah tumbuh di tanah Minahasa, tidak termanfaatkan dengan baik. Kalaupun ada, hanya sekedar pembatas lahan, sesuai nama populernya, jarak pagar. Dan itu tadi, daunnya sekedar penurun panas badan. Sejatinya pohon balacae selain sebagai tanaman pagar, juga bermanfaat untuk pencegah erosi, kayu bakar dan tanaman pelindung. Bahkan, kulit batang, batang, buah (inti biji dan kulit buah), daun dan getahnya, banyak manfaatnya.
Pemerintah melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian telah mengeluarkan Panduan Umum Pembenihan Jarak Pagar. Direktorat Jenderal Perkebunan Deptan, juga pula mengedarkan secara gratis ke semua daerah, buku Pedoman Budidaya Jarak Pagar Sebagai Bahan Baku Nabati (Biodisel). Instansi yang sama, sudah mencetak juga buku Pedoman Mutu Benih Jarak Pagar Sistem dan Prosedur Pembangunan Sumber Benih dan Peredaran Benih Jarak Pagar. Di toko buku juga sudah banyak tulisan seri agribisnis yang mengulas tentang manfaat dan hitungan bisnis Jarak Pagar. Judulnya beragam dan ditulis pakar di bidangnya. Dengan adanya buku panduan ini, apakah akan mendorong petani dan masyarakat segera menanam balacae?
Pertanyaan yang mesti dijawab pengelola instansi teknis seperti Dinas Perkebunan di tingkat Sulut sampai kota/kabupaten, termasuk Minahasa. (WeB)
-
Recent
- Roy Inkiriwang: Diplomat yang Mengandalkan Tuhan
- SVR: Gagal Angkat Eceng Gondok Saya Mundur
- BKSP Sulut Studi Banding ke Jerman
- Karinda: Manado Sangat Diuntungkan
- SHS: Kontribusi Warga Jaga Keamanan
- Sambut WOC, LANUD SRI Siagakan Keamanan
- WOC Populer Sampai Pelosok Desa
- Mata Dunia Tertuju di Sulut
- Usoh Laris Manis, Pontoh Kian Berani
- STOP KAMPANYE BIBIR GANTI BUDAYA
- BENITO : Sang Fenomenal
- Menyalakan Lilin Di Kegelapan
-
Links
-
Archives
- May 2009 (1)
- March 2008 (16)
- October 2007 (2)
- September 2007 (1)
- August 2007 (2)
- July 2007 (1)
- June 2007 (5)
- May 2007 (1)
- April 2007 (1)
- March 2007 (2)
- February 2007 (8)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS